Diskomdigi Jateng Perkuat Sistem Antihoaks​ Lewat Aplikasi “Padhang”

Meskipun proses verifikasi melibatkan banyak pihak, lanjutnya, hal tersebut tidak mengurangi kecepatan respons dalam memberikan klarifikasi terhadap suatu informasi.

Lilik membeberkan, berdasarkan data Padhang Diskomdigi Jateng, produksi informasi palsu dapat mencapai ratusan isu per tahun. Pada 2023 tercatat 161 isu, kemudian pada 2024 terdapat 51 isu, dan 2025 ditemui 82 isu. Mayoritas berkaitan dengan penggunaan nomor palsu yang mengatasnamakan pejabat. Sementara itu, data trafik web menunjukkan kanal tersebut diakses lebih dari 4.200 kali selama Mei 2026.

Dia berharap, inovasi Padhang dapat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya pengguna sistem digital, mengingat di era-era informasi seperti sekarang ini konten atau informasi dapat datang kapan saja, dengan jumlah yang relatif besar. Aplikasi Padhang menjadi salah satu inovasi untuk meningkatkan literasi digital masyarakat.

“Saat masyarakat dapat memverifikasi berita atau konten menjadi sebuah informasi yang objektif, masyarakat dapat menyimpulkan apakah konten yang diterima ini benar atau tidak, kontekstual atau tidak. Maka, sistem Padhang ini juga dapat menghindarkan masyarakat dari penipuan, hasutan, atau bahkan dalam kondisi tertentu verifikasi hoaks ini juga bisa menghindarkan suatu komunitas dari kerusuhan,” terang Lilik.

Mengingat kegunaannya bagi masyarakat, dia terus mendorong pengembangan Padhang dengan penguatan kolaborasi, peningkatan publikasi, serta pemanfaatan teknologi digital. Lilik juga membuka kesempatan bagi instansi lain yang ingin mereplikasi atau memanfaatkan inovasi Padhang tersebut.

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *