Ekspor Jateng Melesat 19,53 Persen, AS dan Jepang Jadi Pasar Terbesar

Dia menerangkan, penyumbang utama inflasi Mei 2026 secara m-to-m adalah kenaikan harga pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil 0,07 persen. Terutama, akibat meningkatnya harga komoditas hortikultura seperti cabai dan bawang, yang dipengaruhi faktor cuaca.

Lima komoditas dengan andil inflasi terbesar di Jateng pada Mei 2026, yakni cabai merah 0,06 persen, bawang merah 0,05 persen, cabai rawit 0,05 persen, telepon seluler 0,04 persen, dan minyak goreng 0,03 persen. Selanjutnya, perkembangan Nilai Tukar Petani (NTP) Jawa Tengah pada Mei 2026, tercatat sebesar 117,39 atau naik 2,16 persen, dibandingkan NTP April 2026 yang hanya 114,90.

Ali membeberkan, kenaikan angka NTP Mei 2026 disebabkan kenaikan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) sebesar 2,58 persen atau 152,85, yang cepat dibandingkan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) sebesar 0,41 persen atau 130,21.  “Komoditas yang memberikan andil terbesar pada naiknya Indeks Harga yang Diterima Petani, yakni gabah, bawang merah, jagung, cabai rawit, dan sapi potong,” jelasnya.

Komoditas yang memberikan andil terbesar pada Indeks Harga yang Dibayar Petani, yaitu bawang merah, bakalan sapi, cabai merah, sawi hijau, dan cabe rawit.

Menurut Ali, Provinsi Jawa Tengah merupakan salah satu provinsi di Pulau Jawa dengan kenaikan NTP, selain Jawa Timur, Jawa Barat, Banten, dan DI Yogyakarta.

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *