“Jadi literasi ini sesuatu hal yang penting untuk kami gerakkan dengan bunda-bunda literasi di 35 kabupaten/kota. Karena perannya sangat strategis, kita bisa masuk ke banyak komunitas dan membangun ekosistem,” ungkap Nawal.
Sesuai arahan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin, pihaknya mengintegrasikan gerakan literasi ke dalam berbagai program Tim Penggerak PKK, Tim Pembina Posyandu, dan Bunda PAUD. Langkah tersebut dilakukan agar literasi menjadi gerakan bersama yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat.
Dia menekankan, penguatan literasi tidak boleh sekadar menjadi program seremonial atau hanya berorientasi pada penghargaan dan penilaian. Lebih dari itu, literasi harus tumbuh sebagai panggilan hati dan tanggung jawab moral, untuk menyebarkan ilmu pengetahuan kepada masyarakat.
“Ini diharapkan menjadi gerakan yang bukan hanya reward dan punishment, tapi panggilan hati, panggilan nurani,” tegas Nawal yang juga Ketua TP PKK sekaligus Ketua TP Posyandu dan Bunda PAUD Jawa Tengah.
Menurutnya, ilmu pengetahuan ialah salah satu sumber kemuliaan manusia. Karena itu, gerakan literasi harus dilandasi semangat berbagi ilmu pengetahuan, demi menciptakan perubahan positif bagi generasi masa depan.
