Di hadapan Gubernur, Bupati Agus tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk membeberkan sejumlah kendala krusial yang dihadapi Boyolali. Beberapa di antaranya meliputi krisis air bersih di lereng gunung, mandeknya izin pengembangan wisata Waduk Cengklik, perbaikan saluran irigasi pertanian, infrastruktur jalan, hingga gangguan hama kera ekor panjang di permukiman warga.
Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Jateng Sumanto menekankan pentingnya inovasi dan integrasi pariwisata di Soloraya agar mampu memikat turis mancanegara. Menurutnya, Soloraya memiliki modal paket wisata paling lengkap.
“Sektor pariwisata jangan disepelekan, karena ini akan menjadi bagian utama sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) di wilayah bapak dan ibu sekalian,” tegas Sumanto.
Sementara itu, Gubernur Ahmad Luthfi mengingatkan agar kebijakan daerah selalu selaras dengan pemerintah pusat. Setelah urusan infrastruktur dan swasembada pangan berjalan, kini saatnya Jawa Tengah menggenjot sektor pariwisata secara masif.
“Pariwisata merupakan sentra penambahan PAD yang tanpa modal besar dan tidak mengenal resesi,” kata Luthfi. Terkait keluhan yang disampaikan Bupati Boyolali, Gubernur berjanji akan segera menginstruksikan dinas terkait untuk menindaklanjuti dan menyelesaikannya. (*)
