Di sisi lain, keterlibatan mahasiswa KKN UGM juga akan memberikan dampak nyata bagi masyarakat, sekaligus menjadi wahana pembelajaran mahasiswa untuk mengembangkan kepemimpinan, kepedulian sosial, serta kemampuan beradaptasi di tengah masyarakat. “Kami meyakini kehadiran 1.645 mahasiswa KKN UGM akan memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat,” kata Nadi, saat pembekalan kepada peserta KKN UGM Periode II Tahun 2026, yang digelar secara daring, Kamis 2 Juli 2026.
Melalui pembekalan tersebut, pihaknya berharap seluruh peserta memahami konsep Kecamatan Berdaya, sehingga mampu menyelaraskan program kerja KKN dengan kebutuhan dan potensi di wilayah penugasan.
Dia juga mendorong mahasiswa untuk memfokuskan pengabdian pada berbagai isu strategis, seperti penguatan ekonomi masyarakat, ketahanan pangan, penurunan kemiskinan, pencegahan stunting, digitalisasi pelayanan publik, pengembangan UMKM, pelestarian lingkungan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Fokuskan pengabdian pada isu-isu strategis seperti penguatan ekonomi masyarakat, ketahanan pangan, penurunan kemiskinan, pencegahan stunting, digitalisasi pelayanan publik, pengembangan UMKM, pelestarian lingkungan, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” tegas Nadi.
Selain itu, pembangunan inklusif juga menjadi perhatian melalui empat komponen utama program tersebut, yakni Rumah Perlindungan Perempuan dan Anak (RPPA), perlindungan lansia dan penyandang disabilitas, Taruna Karya Mandiri atau Kartu Zilenial, serta Sport Center.
