Kepala Desa Kadirejo, Riyadi, mengungkapkan keberadaan jembatan baru ini memangkas jarak tempuh warga hingga puluhan menit. Sebelum ada jembatan ini, pengguna sepeda motor harus memutar jauh sekitar 5 hingga 6 kilometer untuk menjangkau fasilitas publik.
Sementara bagi pejalan kaki, alternatif yang ada sebelumnya adalah menyeberangi sungai besar yang kerap memicu kecelakaan, terutama saat musim hujan. Selain menghubungkan Desa Kadirejo dan Semowo, jembatan ini juga mempermudah akses menuju Desa Truko di Kecamatan Bringin.
Manfaat langsung juga dirasakan oleh warga setempat. Mukaromah (50), warga Dusun Demangan, mengaku sangat terbantu karena kini anak-anak sekolah dan warga yang ingin berobat ke Puskesmas tidak perlu lagi memutar jauh atau bersusah payah menyeberangi sungai. (rbd)
