BOYOLALI, Cakram.net – Selama dua tahun berturut-turut, Kabupaten Boyolali mendapat penghargaan dalam tata kelola pemerintahan yang baik terkait gratifikasi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hal ini dapat diartikan, Kabupaten Boyolali menjadi kabupaten dengan sistem pencegahan korupsi terbaik se-Indonesia.
Penghargaan tersebut merupakan usaha bersama seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Boyolali dan masyarakat. Capaian ini diharapkan dapat ditiru daerah lain yang datang di Boyolali.
“Sehingga kita membangun sistem ini berhasil dengan baik dan menjadi percontohan di Indonesia. Jangan lupa, 400 kabupaten/kota mengunjungi Boyolali hanya untuk belajar hal-hal seperti ini,” ujar Bupati Boyolali, Seno Samodro, dilansir dari laman Pemkab Boyolali, Kamis (24/12/2020).
Sementara itu, Wakil Ketua KPK RI, Alexander Marwata mengatakan dalam membangun tata kelola pemerintahan yang baik dibutuhkan komitmen pimpinan. Kabupaten Boyolali yang dipimpin Seno Samodro dinilai mempunyai komitmen tinggi untuk membangun tata kelola menejemen pemerintahan yang baik.
“Kami memang memberikan beberapa kali penghargaan kepada Pemerintah Kabupaten Boyolali, karena kami menilai itu bisa menjadi panutan, bisa menjadi acuan untuk daerah lain,” ungkapnya.
Berdasarkan hasil audit pada tahun 2020, Kabupaten Boyolali berhasil mengamankan uang Rp6 miliar dan hasil evaluasi penyaluran bansos efisiensi sebesar Rp54 miliar. Selain itu, dalam evaluasi pemerikasaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Kabupaten Boyolali di semester pertama dan kedua menempati peringkat pertama terbaik dan paling cepat dalam pelaporan. (Cakram)
