BOYOLALI, Cakram.net – Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Pemkab Boyolali formasi tahun 2019 mengikuti upacara pembukaan pelatihan dasar CPNS formasi tahun 2019 di aula Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKP2D) Kabupaten Boyolali, kemarin. Karena masih dalam masa pandemi Covid-19, acara hanya diikuti oleh 40 orang perwakilan dari 497 orang.
Peserta pelatihan dasar berjumlah 497 orang CPNS formasi tahun 2019 dibagi dalam 13 angkatan. Waktu pelaksanaan pelatihan dasar dibagi dalam dua periode tahun anggaran 2021 dan 2022 dikarenakan anggaran yang terbatas.
Peserta yang dapat mengikuti pelatihan dasar tahun 2021 sebanyak 319 orang atau delapan angkatan dan masih tersisa 178 orang atau 5 angkatan yang akan dilaksanakan pada tahun 2022.
Mewakili Bupati Boyolali, Sekretaris Daerah Kabupaten Boyolali, Masruri dalam pengarahannya mengatakan yang paling utama pada masa pandemi Covid-19 ini adalah kesehatan. Ia berharap para peserta untuk selalu menjaga kesehatan, mematuhi protokol kesehatan agar bisa mengikuti pelatihan dasar dengan lancar dan bisa lulus menjadi PNS.
Sekda menekankan peserta harus serius dan mengikuti pelatihan hingga selesai. Karena akan ada sanksi bagi peserta yang tidak mengikuti pelatihan ini.
Masruri menegaskan, penerimaan CPNS di Pemerintah Kabupaten Boyolali bersih tanpa adanya gratifikasi. Sehingga pihaknya berharap agar para peserta mengikuti kebersihan sistem di Kota Susu.
“Anda ASN itu hasilnya hanya gaji, tidak ada yang lain, kita harus siap. Namanya NIP ya nerima ing pandum, kalau pengen jadi kaya jangan jadi ASN,” tegasnya.
Sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), Masruri mengingatkan kepada para peserta mulai sekarang harus menerapkan kedisiplinan serta harus mengetahui dan mematuhi segala peraturan terkait dengan ASN. Dia mendoakan agar semua peserta bisa lulus dan menjadi ASN yang bagus.
“Ikuti sampai selesai, dengan serius, jangan sampai tidak lulus,” tandas Masruri. (Cakram)
