KLATEN, Cakram.net – Meski sebagian besar lahan yang terdampak proyek pembangunan jalan tol Solo-Yogyakarta di wilayah Kabupaten Klaten merupakan persawahan, namun kondisi tersebut dinilai tidak berdampak signifikan pada produksi beras di Klaten.
Berdasarkan surat keputusan penetapan lokasi pengadaan lahan untuk pembangunan jalan tol Solo-Yogyakarta, total luas lahan terdampak proyek tol sekitar 377,5 hektare yang tersebar di 50 desa. Sekitar 375 hektare di antaranya masuk sebagai lahan pertanian produktif.
Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Kabupaten Klaten, Widiyanti, mengatakan saat ini luas lahan pertanian produktif di Kabupaten Klaten mencapai 31.000 hektare.
“Jika dikonversikan dengan luas sawah yang ada, sekitar 1 persen lebih sedikit yang terdampak pembangunan jalan tol Solo-Yogyakarta,” paparnya, dilansir dari laman Pemkab Klaten, Selasa (23/3/2021).
Kendati demikian, Widiyanti menilai berkurangnya luas lahan tanam padi di Kabupaten Klaten karena pembangunan jalan tol Solo-Yogyakarta tersebut tidak terlalu berpengaruh pada produksi beras di Klaten. Hal ini berkaca pada tahun 2019, jumlah surplus beras di Kabupaten Klaten mencapai 131.000 ton.
“Mudah-mudahan tidak terlalu banyak menggangu ketersediaan pangan di Klaten,” ungkapnya. (Cakram)
