Camat Karangdowo Klaten Rela Menginap Tunggui Pasien Covid-19 yang Isoman

KLATEN, Cakram.net – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 yang diperpanjang sampai 2 Agustus 2021 menjadi kerja keras jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten. Salah satunya adalah Camat Karangdowo, Tomisila Adhitama.

Tidak saja memantau kepatuhan masyarakat atas protokol kesehatan, pria 46 tahun ini juga harus menjaga warganya yang menjalani isolasi terpusat di Desa Pugeran, Karangdowo. Tak tanggung-tanggung, demi menjaga keselamatan warga, Camat yang akrab disapa Tomi ini rela menginap berhari-hari di komplek tempat isolasi terpusat untuk menunggui warganya.
“Sejak diberlakukan PPKM Darurat 3 Juli 2021 lalu mungkin sudah lebih sepuluh hari saya harus menginap di kompleks isolasi terpusat Pugeran. Mengantar buah, makanan dan minuman untuk pasien Covid-19 biasa saya lakukan sendiri. Tapi ya tetap prokes. Alhandulillah anak-anak dan istri tidak protes, banyak waktu saya tinggalkan di rumah untuk bertugas di lapangan. Keluarga saya sangat support dan mengerti tugas saya sebagai pengayom masyarakat,” terang Tomi, dilansir dari laman Pemkab Klaten.
Ayah tiga anak yang tinggal di Griya Sakinah, Kerun Baru, Belangwetan, Kecamatan Klaten Utara, ini mengaku hanya sebentar pulang ke rumah untuk mempersiapkan baju ganti dan bekal yang dibutuhkan. Untuk komunikasi dengan keluarga dilakukan melalui telepon jika sangat penting.
“Magrib itu biasanya saya pulang sebentar ke rumah untuk mempersiapkan bekal. Saat ini di isolasi terpusat Pugeran ada 10 pasien yang terkonfirmasi Covid-19, sedangkan daya tampung ada 24 tempat tidur. Isolasi terpusat ini disokong atas semangat gotong royong kepala desa dan potensi masyarakat. Di sini kepala desa kompak,” ungkapnya.

Untuk kenyamanan pasien selama melakukan isolasi terpusat, lanjut Tomi, pemerintah setempat menyediakan televisi untuk hiburan, buah, makanan ringan dan makan rutin tiga kali.

“Kalau malam hari, kami bersama jajaran Forkompimcam terus melakukan patroli dan pemantauan malam,” ujarnya.
Pria lulusan STPDN angkatan 1997 itu menuturkan kondisi Covid-19 di Karangdowo sudah mulai menurun. Namun dinilai belum aman.
“Angka penularan Covid-19 di Karangdowo mulai menurun, tapi kondisinya belum aman. Masih membutuhkan kewaspadaan dan kepatuhan warga dalam menjalankan protokol kesehatan. Di sini yang sakit terutama menjangkiti orang-orang yang sudah tua. Harapan saya dari pemerintah kabupaten dan kecamatan bisa lebih bersinergis dalam menekan penyebaran Covid-19. Di lapangan kebutuhan sarana untuk pemulasaraan jenazah covid sering habis untuk bisa dibantu, bagi kami hal itu urgen,” pungkasnya. (Cakram)

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *