KLATEN, Cakram.net – Sebanyak 10 desa di Kabupaten Klaten melalui Kampung KB di desa tersebut dipersiapkan menjadi percontohan pelaksanaan Program Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) 2021 melalui Kampung KB yang ada di desa tersebut. Program tersebut secara seremonial dilaksanakan di Desa Gemblegan, Kecamatan Kalikotes, disaksikan Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo secara virtual di Gedung Baru Kominfo pada Jumat 20 Agustus 2021.
Acara ditandai dengan pembacaan deklarasi kesiapan pelaksanaan Program Dashat di Klaten oleh Kepala Desa Gemblegan, Waloya dan penyerahan alat masak, bahan makanan lokal dan buku menu oleh Ketua TP PKK Klaten Endang Yoga Hardaya didampingi Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan, Perlindungan Perempuan Anak dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) Klaten Muh Nasir.
“Kami mempersiapkan 10 desa dengan kampung KB-nya untuk melaksanakan Program Dashat menjadi Kampung Keluarga Berkualitas. Jadi program ini akan berkelanjutan. Nanti pemerintah memberikan bantuan program pendampingan. Untuk Program Dashat sendiri nanti menggunakan APBD Desa” kata Muh Nasir, dilansir dari laman Pemkab Klaten, Jumat 20 Agustus 2021.
Sementara Hasto Wardoyo dalam arahannya menekankan kalau program Dashat Kampung Keluarga Berkualitas ini untuk menurunkan angka stunting secara keseluruhan. Peluncuran program ini sebagai awalan dan perlu melibatkan banyak komponen.
“Program Dashat ini guna membangun generasi sehat bebas stunting khususnya melalui perbaikan gizi di 1.000 hari pertama kehidupan. Para orang tua harus pintar dan fokus mempersiapkan bayi. Tidak harus dengan makanan mahal, ikan, telur dan makan lokal sebetulnya cukup dan tidak harus dengan makan cepat saji. Gunakan uang itu untuk merebut kualitas anak di 1000 hari kehidupan. Semua potensi harus terlibat baik TP PKK, kepala desa, camat, bupati khususnya kader penyuluh sendiri,” ujarnya. (Cakram)
