UNGARAN, Cakram.net – Sebanyak 282 siswa kelas 7 SMP Negeri 4 Ungaran di Kelurahan Langensari, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, mulai mengikuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM) serentak hari pertama, Senin 23 Agustus 2021. PTM di sekolah tersebut dilaksanakan dengan pembatasan sesuai ketentuan peraturan yang berlaku.
“Hari ini yang belajar tatap muka di sekolah hanya kelas 7. Untuk siswa kelas 8 dan 9 pembelajaran daring. Siswa kelas 7 jumlahnya ada 8 kelas kita pecah menjadi 16 kelas, sehingga satu kelas hanya separuh dari total siswa per kelas,” jelas Kepala SMPN 4 Ungaran, Tri Widodo saat ditemui di sekolah, Senin 23 Agustus 2021.
Joko mengatakan, proses pembelajaran di setiap satu kelas dilakukan oleh dua orang guru. Sebab jumlah siswa di dalam satu ruangan dibatasi 50 persen dari total siswa setiap kelasnya. Jumlah total siswa di SMPN 4 Ungaran sebanyak 834 orang.
“Jadi, satu ruang satu guru. Jumlah siswa per ruang separuh atau 50 persen dari total siswa kelas 7,” ungkapnya.
Joko menjelaskan, dalam pelaksanaan PTM pihaknya sudah membuat jadwal masuk sekolah secara bergiliran untuk kelas 7, 8 dan kelas 9. Siswa kelas 7 masuk sekolah mengikuti PTM pada Senin-Selasa, kelas 8 pada Rabu-Kamis, sedangkan kelas 9 hari Jumat-Sabtu.
“Pembelajaran dimulai pukul 07.30 sampai 10.30 WIB. Jam pulang siswa digilir agar tidak terjadi kerumunan,” ujarnya.
Sebelum pelaksanaan PTM, lanjut Joko, pihaknya sudah mempersiapkan sarana prasarana pendukung penerapan protokol kesehatan. Selain tempat cuci tangan, sekolah juga menambah alat pengukur suhu tubuh.
“Kita siapkan jalur untuk siswa melakukan cuci tangan. Kita bagi kanan dan kiri, masing-masing anak diberi jarak satu meter,” bebernya.
Menurut Joko, siswa yang boleh mengikuti PTM hanya yang sudah mendapatkan izin dari orang tua. Sehingga saat siswa masuk sekolah harus membawa surat izin dari orang tua masing-masing.
“Siswa yang belum membawa surat izin kita minta orang tua segera melengkapi. Kalau siswa masuk sekolah dicek suhu tubuhnya ternyata tidak memenuhi syarat ikut PTM kita sampaikan ke orang tuanya,” katanya.
Salah satu siswa kelas 7, Brilian Anjelit mengaku senang dengan adanya PTM. Selain bisa bertemu temannya, dia lebih mudah menerima pelajaran yang diberikan oleh gurunya.
“Senang, karena lebih gampang memahami pelajaran dan bisa ketemu teman di sekolah,” ucapnya.
Seperti diberitakan, Pemerintah Kabupten (Pemkab) Semarang melalui Disdikbudpora mengambil kebijakan untuk menggelar PTM secara serentak untuk PAUD, TK, SD dan SMP mulai Senin 23 Agustus 2021. PTM di sekolah dilaksanakan dengan pembatasan sesuai ketentuan yang berlaku dan penerapan protokol kesehatan secara ketat. (dhi)
