MAGELANG, Cakram.net – Kopi kini menjadi pilihan gaya hidup masyarakat. Bagaimana tidak, hampir di setiap sudut kota, mall, bahkan pedesaan memiliki kedai kopi yang selalu ramai dikunjungi pecinta kopi. Melihat peluang itu, Kepala Desa Sambak Kecamatan Kajoran Kabupaten. Magelang, Dahlan tergerak untuk menanam kopi di daerahnya. Dahlan, kala itu menilai ada potensi dari lahan hutan rakyat di Desa Sambak yang belum dikelola dengan baik agar bisa menambah penghasilan warga setempat.
Dahlan pun mengajak para petani Sambak membudidayakan kopi. Dengan karakter lahan dan ketinggiannya yang hanya sekitar 400-450 mdpl, maka kopi yang cocok ditanam di daerah tersebut adalah jenis robusta. Sebelumnya sudah ada tanaman kopi yang tumbuh subur dan berbuah di sana namun belum dikelola dengan baik.
“Tapi bagaimana untuk membangun Sumber Daya Manusia (SDM) makanya saya ajak untuk meningkatkan ekonomi mereka ini dengan cara saya membuat program Kopinisasi Rakyat. Karena mereka juga ada yang memiliki lahan kering atau hutan rakyat. Di sisi lain Sambak itu memiliki pangkuan hutan yang itu milik negara yaitu seluas kurang lebih 66 Ha,” terangnya, dilansir dari laman Pemkab Magelang, Sabtu 29 Januari 2022.
Bermula di awal 2008, Dahlan melakukan sosialisasi budi daya kopi. Dengan memanfaatkan lahan di samping rumahnya, ia mengelola kopi dengan baik dan beberapa tahun kemudian kopi yang ia tanam ternyata dapat berbuah dengan baik.
