TEMANGGUNG, Cakram.net – Bupati Temanggung HM Al Khadziq mendorong wilayahnya untuk tetap menjadi kabupaten inklusif, menjadi tempat hidup semua masyarakat, semua agama, semua suku, ras, dengan memberikan hak yang sama dan memberikan rasa nyaman kepada seluruh masyarakatnya.
Bupati yakin, dengan hikmah para pemimpin umat beragama maka akan bisa merajut tali persaudaraan yang mulai mengendor akibat pandemi Covid-19.
Hal tersebut dikatakan Bupati dalam acara Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Silaturahmi Kebangsaan Tokoh Lintas Agama dan Ormas Keagamaan dengan tema “Menjaga Karakter Bangsa” di Graha Bhumi Phala, Rabu 8 Juni 2022.
Selain Bupati, tampak hadir dalam acara tersebut, Wakil Bupati Temanggung Heri Ibnu Wibowo, Ketua DPRD Yunianto, Dandim Letkol Inf Denver Micha Haryadi Napu, Kapolres AKBP Agus Puryadi, Wakil Ketua DPRD Tunggul Purnomo, Muh Amin, Ketua MUI Temanggung KH Yakub Mubarok, Ketua FKUB Ahmad Sholeh, dan lain-lain.
Bagi masyarakat Temanggung, kata Bupati, Pancasila, kebersamaan, toleransi, sikap seimbang, adil, sikap di tengah semua golongan sudah ada sejak zaman peradaban kuno Liyangan yang masyarakatnya heterogen. Di Temanggung pula pada masa Mataram Kuno era Rakai Pikatan bisa menyatukan Wangsa Syailendra dan Sanjaya.
