DEMAK, Cakram.net – Upaya mencegah stunting bukan dimulai dari ibu ketika sudah memasuki usia kehamilan. Tetapi, dimulai ketika anak perempuan sudah mulai memasuki usia remaja. Pernyataan itu ditandaskan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen ketika meluncurkan Kampung Keluarga Berkualitas Ramah Perempuan dan Peduli Anak di Desa Weding, Kecamatan Bonang Kabupaten Demak, Senin 19 Juni 2023.
Wagub menyampaikan pesan tersebut lantaran masih dijumpai remaja putri yang belum paham terhadap pentingnya mengkonsumsi pil penambah darah.
“Remajanya tadi juga masih terlewatkan. Dari remajanya saya tanyakan sudah minum pil merah belum? Belum Pak. Saya tanya lagi, benar nggak? (Dijawab) Sudah dibawa Pak, tapi belum diminum,” bebernya.
Wagub pun meminta kader dan tenaga kesehatan untuk lebih gencar memberikan pemahaman pentingnya mengkonsumsi pil tambah darah. Tujuannya untuk mengurangi berbagai risiko komplikasi kehamilan. Seperti bayi lahir dengan berat badan rendah, prematur, stunting, kematian ibu dan bayi.
“Pencegahan stunting itu mindsetnya biasanya usia 1 sampai 1000 hari pertama (kelahiran). Sebenarnya bukan di sini Bapak/ Ibu. Tapi pintu masuknya ada di remaja, yang tadi dibawakan oleh adik-adik Jo Kawin bocah. Supaya apa? stunting, angka kematian ibu dan bayi, atau balita itu bisa kita tekan,” pesannya.
