YOGYAKARTA, Cakram.net – Pemerintah Kota Yogyakarta melanjutkan penataan kawasan kumuh di di 3 lokasi pada tahun 2023. Penataan difokuskan pada indikator-indikator kumuh di beberapa lokasi yang belum tertangani. Terutama penataan kawasan kumuh di bantaran sungai dengan pembangunan jalan inspeksi, penataan untuk ruang terbuka publik dan sanitasi.
Kepala Bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPKP) Kota Yogyakarta, Sigit Setiawan mengatakan pada tahun 2023 penataan kawasan kumuh di Kota Yogyakarta mendasarkan pada indikator kumuh yang paling dominan belum tertangani. Mengingat penataan kawasan kumuh tahun ini hanya menggunakan dana dari APBD Kota Yogyakarta. Penataan kawasan kumuh tahun-tahun sebelumnya berkolaborasi dengan APBN sehingga bisa mencakup semua.
“Polanya kalau yang dulu kalau masih bisa kolaborasi dengan APBN itu bisa semuanya. Kalau tahun ini pada indikator kumuh yang menonjol,” kata Sigit, dilansir dari warta.jogjakota.go.id, Rabu 23 Agustus 2023.
Tiga lokasi yang menjadi sasaran penataan kawasan kumuh adalah wilayah Prawirodirjan, RW 05 Klitren dan RW 8 Pakuncen. Dia menyebut semua penataan kumuh itu memakai APBD Kota Yogyakarta dengan anggaran rata-rata berkisar Rp 700 juta sampai Rp 900 juta/paket pekerjaan.
Dia menyatakan penataan kumuh di Prawirodirjan untuk mengembalikan fungsi lahan Sultan Ground yang dulunya dihuni warga guna kepentingan fasilitas publik. Dinas PUPKP Kota Yogyakarta berkolaborasi dengan Kelurahan Prawirodirjan yang sudah memiliki rencana induk penataan. Konsep penataan untuk fasilitas ruang terbuka publik di bantaran sungai dengan pembangunan pendopo, amphitheater, toilet dan taman dilengkapi tempat bermain anak. Penataan kawasan kumuh di Prawirodirjan ditargetkan selesai pada Oktober 2023.
