BOYOLALI, Cakram.net – Satu lagi sebuah tradisi budaya warga masyarakat Desa Selo, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali yang patut dilestarikan, yaitu Ritual Memetri Tuk Babon.
Tuk Babon adalah sumber mata air yang terletak di lereng Merbabu yang diyakini oleh warga sekitar sebagai mata air abadi yang tidak pernah habis meski musim kemarau. Tuk Babon mampu mencukupi kebutuhan air untuk masyarakat khususnya Desa Selo, Samiran, Lencoh dan Suroteleng.
Ritual Memetri ini merupakan agenda tahunan yang selalu dilakukan oleh warga Desa Selo untuk memohon berkah dari sumber mata air Tuk Babon pada tanggal 14 bulan Sapar Jawa. Ritual diawali arak-arakan sesaji menyusuri jalan Desa Selo dibawa ke Tuk Babon yang berjarak tiga kilometer, kemudian dipersembahkan kepada Yang Mbaurekso (Penunggu).
Hal itu dijelaskan oleh Ulu-ulu (Juru Kunci) Tuk Babon, Kasno Semiaji saat ditemui usai melaksanakan ritual di lokasi pada Rabu 21 Agustus 2024. Menurutnya, ritual ini bertujuan untuk memohon berkah dari Tuhan agar air dari Tuk Babon iki akan selalu abadi dan mampu mencukupi kebutuhan masyarakat hingga ke generasi selanjutnya.
“Tujuan satu, keabadian air tetap dicukupi oleh Allah Subhanahuwata’ala, beserta para-para punggawa nanti bisa melestarikan budaya yang satu kali jangan sampai ditinggalkan,” ujarnya, dilansir dari boyolali.go.id, Rabu 21 Agustus 2024
