YOGYAKARTA, Cakram.net – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Yogyakarta terus memperkuat program ketahanan kebakaran berbasis wilayah pada 2026. Salah satu fokus utama adalah penguatan program Satu RT Satu alat pemadam api ringan (APAR) serta konsolidasi relawan kebakaran di tingkat kelurahan.
Kepala Damkarmat Kota Yogyakarta Taokhid menyampaikan, secara umum konsep penguatan ketahanan kebakaran tahun ini masih melanjutkan strategi tahun sebelumnya. Penekanan diberikan pada penguatan kelembagaan relawan kebakaran di setiap kelurahan agar lebih terkonsolidasi, baik dari sisi kelembagaan maupun sisi peran.
“Penguatan kita fokus di wilayah. Program pencegahan seperti penyuluhan, edukasi, sosialisasi, simulasi, hingga konsolidasi dengan para pemangku kepentingan terus diintensifkan untuk membangun ekosistem ketahanan kebakaran,” ujarnya, dilansir dari warta.jogjakota.go.id, Minggu 1 Maret 2026.
Ia menyampaikan, pada bulan Februari 2026 belum terdapat laporan kejadian kebakaran di dalam Kota Yogyakarta. Namun pada Januari lalu tercatat tujuh kejadian kebakaran. Kadis Damkarmat menegaskan bahwa musim hujan tidak serta-merta menghilangkan potensi kebakaran.
Saat ini jumlah relawan kebakaran tercatat sekitar 750 orang. Namun pada 2026, Damkarmat akan melakukan verifikasi dan validasi data dimaksud untuk memastikan jumlah Relawan Pemadan Kebakaran (Redkar) aktif, berkomitmen, serta potensi yang dapat dioptimalkan di tiap wilayah.
