UNGARAN, Cakram.net – Para pemudik yang hendak melintasi jalur Trans Jawa diimbau untuk tidak sembarangan memilih menu makanan selama perjalanan. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang, Dwi Saiful Noor Hidayat, mengingatkan adanya risiko gangguan pencernaan yang kerap mengintai pemudik akibat perubahan pola makan yang drastis.
Hal tersebut disampaikan Saiful usai peresmian Posko Mudik BPJS Kesehatan di Rest Area Tol Ungaran KM 429A, Jumat 13 Maret 2026. Menurutnya, kondisi tubuh yang menurun setelah berkendara berjam-jam membuat sistem imun rentan terhadap serangan bakteri penyebab diare.
“Saat di rumah, sahur dan buka puasa lebih terjamin kualitasnya. Namun di perjalanan, pemudik seringkali memilih menu sembarangan. Jika terkena diare, tentu perjalanan akan sangat terganggu,” jelas Saiful.
Saiful menambahkan, wilayah Kabupaten Semarang merupakan titik lelah sekaligus titik strategis di Tol Semarang-Solo. Keberadaan fasilitas kesehatan di area ini dianggap sangat krusial mengingat lonjakan volume kendaraan yang diprediksi akan bertumpu di titik tersebut.
Sementara itu, Direktur SDM dan Umum BPJS Kesehatan, Vetty Yulianty Permanasari, menjelaskan pihaknya telah menyiagakan Posko Mudik selama 24 jam penuh mulai 13 hingga 18 Maret 2026. Posko Mudik ini menyediakan berbagai layanan gratis yang bisa dimanfaatkan, di antaranya konsultasi medis dan pemeriksaan kesehatan dasar; pemberian obat dan tindakan medis sederhana (pertolongan pertama); tempat istirahat, penyediaan makanan ringan, hingga pengisian daya ponsel (charging station).
