TEMANGGUNG, Cakram.net – Para penggiat dan pelaku seni tradisional jaran kepang menggelar kegiatan bertajuk “Mepe Jaran Kepang” yang diinisiasi oleh komunitas pecinta jaran kepang dari Temanggung. Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi, sekaligus pelestarian budaya dari beberapa daerah.
Seniman jaran kepang asal Temanggung, Supri Wanto, menyampaikan salah satu agenda utama dalam kegiatan Pagelaran Seni Kerakyatan Temanggung “Nadi Tradisi” adalah ritual “Mepe Jaran Kepang” atau menjemur kuda lumping di lapangan Desa Ketitang, Kecamatan Jumo.
Menurutnya, peserta yang hadir tidak hanya para pelaku seni, tetapi juga masyarakat umum yang memiliki ketertarikan dan kecintaan terhadap kesenian tradisional ini. “Ini adalah Kopdar Jaran Kepang. Tidak hanya pelaku seni, tapi juga mereka yang memang senang dengan jaran kepang,” katanya, dilansir dari temanggungkab.go.id, Senin 30 Maret 2026.
Ia menjelaskan, tradisi Mepe Jaran Kepang telah dilakukan beberapa kali, bahkan diperkirakan sudah mencapai lima kali pelaksanaan. Dari kegiatan tersebut, muncul inspirasi bagi daerah lain untuk mengadakan kegiatan serupa.
“Alhamdulillah, berkat kegiatan ini, teman-teman dari luar kota mulai terinspirasi. Di luar Temanggung, seperti Magelang, Semarang, bahkan Boyolali, sudah mulai ada kegiatan serupa,” tuturnya.
