UNGARAN, Cakram.net – Badan Usaha Milik Desa Bersama (Bumdesma) LKD Nusantara Kabupaten Semarang terus memperkuat eksistensinya dalam mendukung sektor ekonomi kerakyatan. Sebanyak 7.248 pelaku usaha mikro di wilayah “Bumi Serasi” kini tercatat aktif memanfaatkan dana bergulir untuk pengembangan usaha produktif.
Ribuan pelaku usaha tersebut tersebar dalam 1.187 kelompok usaha mikro yang berada di enam kecamatan, yakni Tuntang, Bringin, Kaliwungu, Bawen, Suruh, dan Getasan. Dana yang dikelola ini merupakan hasil transformasi eks Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan sesuai amanat Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2021.
Ketua Asosiasi Bumdesma Kabupaten Semarang, Salman Kalimi, mengungkapkan kekuatan aset yang dikelola di tiap kecamatan saat ini cukup signifikan, yakni berkisar antara Rp6 miliar hingga Rp12 miliar.
“Setiap kelompok beranggotakan minimal lima hingga sepuluh orang. Rata-rata pinjaman modal yang diberikan sekitar Rp10 juta dengan skema bunga ringan agar tidak memberatkan warga,” ujar Salman di sela acara Halalbihalal dan Rapat Koordinasi di Aula BPL LKMD, kompleks Kantor Camat Bringin, Senin 6 April 2026.
Salman menjelaskan, pengelolaan dana tersebut tidak hanya berhenti pada simpan pinjam kelompok. Beberapa kecamatan mulai melakukan diversifikasi usaha melalui unit perdagangan dan jasa. Kecamatan Tuntang, Kaliwungu, dan Getasan telah mendirikan toko kelontong. Bahkan di Tuntang telah berdiri PT Lembaga Keuangan Mikro (LKM) yang resmi diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) RI.
