Mayoritas WNA di Kabupaten Semarang Kerja Perusahaan

Berbagi berita ...

UNGARAN (Cakram.net) – Berdasarkan data Kantor Imigrasi Kelas 1 Semarang diketahui pada tahun 2019 terdapat 258 orang asing yang tersebar di 19 kecamatan wilayah Kabupaten Semarang. Keberadaan warga negara asing (WNA) tersebut kebanyakan pekerja perusahaan, baik garmen maupun perusahaan lain yang ada di Kabupaten Semarang.

Menurut Kasi Intelejen dan Penindakan Kantor Imigrasi Kelas 1 Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Semarang, Ma’mum, masih ada perusahaan yang belum melaporkan keberadaan tenaga kerja asing yang kerja di perusahaannya. Sehubungan itu, pihaknya terus menggalakkan sosialisasi terkait pelaporan data pekerja asing yang bekerja di Kabupaten Semarang. ‘’Mayoritas melapor, tapi ada satu dua perusahaan yang tidak memberikan laporan data pekerja asing yang mereka pekerjakan. Laporan data orang asing dibutuhkan untuk mempermudah pendataan dan sinkronisasi data di kantor imigrasi,’’ jelasnya dalam Rapat Koordinasi Penguatan Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) Kabupaten Semarang di The Wujil Resort and Convention Ungaran, Kamis (26/9/2019).

Terkait domisili tinggal tenaga kerja asing yang berada di luar Kabupaten Semarang, Ma’mum menyatakan tidak masalah selama notifikasi perusahaan tempatnya bekerja benar ada di wilayah itu. Kantor imigrasi mencatat ijin tinggal sesuai wilayah domisili WNA tinggal atau berdomisili. ‘’Sebagai bahan evaluasi  dalam forum ini adalah perlunya kerjasama, koordinasi dan sinergitas, supaya kedepan timpora bisa bekerja secara optimal,’’ tandasnya.

Ma’mum menjelaskan, sesuai undang-undang memang leading sektor penanganan orang asing ada di Imigrasi. Namun Imigrasi tidak bisa bekerja optimal tanpa adanya bantuan Timpora. ‘’Dengan danya rapat penguatan dan dibentuknya timpora yang nantinya sampai di level tingkat kecamatan, harapan kami outcome-nya adalah menurunnya pelanggaran keimigrasian di wilayah kerja Kantor Imigrasi Kelas 1 Semarang,’’ katanya.

Ma’mum mengungkakan, adanya pelangggaran orang asing tahun 2019 telah dilakukan tindakan deportasi sebanyak 19 orang. Sedangkan pelanggaran yang sifatnya pro justisia ada 13 orang, salah satunya warga negara Malaysia sudah dideportasi dan diajukan penangkalan. ‘’Ada 12 WNA asal Taiwan saat ini masih menjalani proses persidangan,’’ bebernya.

Ia mengimbau kepada perusahaan untuk tidak mempekerjakan tenga kerja asing (TKA) secara ilegal. Karena mengacu PP No 28 Tahun 2019 bisa merugikan negara dari sisi pendapatan maupun diluar pajak. ‘’Bila ada perusahaan mempekerjakan tenaga asing ilegal akan merugikan pemasukan negara[B1],’’ imbuhnya. mud/dhi



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *