UNGARAN, Cakram.net – Untuk mengatasi masalah kekeringan yang berdampak krisis air pertanian maupu krisis air bersih di wilayah Kabupaten Semarang, utamanya di Kecamatan Bancak dan Bringin, perlu dibangun waduk. Sehingga persoalan kekeringan yang setiap tahun terjadi saat musim kemarau dapat teratasi, tidak sekadar memberikan bantuan air bersih.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Semarang, Muyazinul Arif mengatakan ada beberpa hal harus dilakukan di Kabupaten Semarang dalam menangani masalah kekeringan. Salah satunya adalah membangun waduk. “Waduk itu mau tidak mau dibangun di daerah atas, tidak di bawa seperti Kedungombo. Kalau membangun waduk untuk mengatasi kekeringan di Bancak dan Bringin harus di daerah Pabelan yang masih cukup air, dan daya resap air tanahnya tidak tinggi,” ujar Yazin, sapaan akrab Muyazinul Arif, Sabtu (19/10/2019).
Menurut Yazin, harus digalakkan pembuatan embung-embung kecil untuk menangkap air hujan. Selain itu, perlu gerakan menanam pohon di wilayah langganan kekeringan. “Pohon paling bagus adalah akasia. Selain tahan musim kemarau, daya serap airnya tinggi,” ungkapnya.
Ia menilai, bantuan air bersih saat musim kemarau hanya menyelesaikan masalah hari itu juga. Sehingga droping air bersih bukan solusi jangka panjang. “Pemkab Semarang harus berpikir bagaimana caranya air hujan tidak muspro lari ke laut atau badan-badan air. Harus membangun kesadaran publik untuk memasukkan atau menabung air, artinya pembuatan biopori dan sumur resapan menjadi kunci dan sebuah keharusan,” tandas politikus PKB itu.
Yazin menandaskan, catchman area atau daerah tangkapan air agar tidak diberi izin untuk ditambang. Ia melihat di Ungaran Timur banyak pertambangan. “Seperti Ungaran Timur pertambangannya masif, itu siapa yang memberi izin. Padahal itu termasuk catchman area, sehingga harus dihentikan,” tegasnya sembari menyampaikan kerusakan alam akan berdampak pada krisis air ke depan.
Jangka Panjang
Kata Yazin, harus ada penanganan kekeringan secara jangka panjang. Semua pihak harus bersama-sama membangun Kabupaten Semarang agar surplus air, karena air menjadi bagian indikator kesejahteraan masyarakat. “Jangan dibiarkan masyarakat Kabupaten Semarang selalu kekeringan setiap musim kemarau, dan kebanjiran setiap musim hujan, ini tidak boleh. Kalau kita tidak dibangun kesadaran pembangunan berwawasan lingkungan untuk menjaga ketersediaan sumber air, ya kita akan selalu kekeringan,” tukasnya.
Sementara itu, Ketua Fraksi PAN DPRD Kabupaten Semarang, Said Riswanto mengharapkan lima tahun ke depan Pemkab Semarang berpikir untuk membangun waduk yang dapat mengairi ribuah hektar sawah dan mencukupi kebutuhan air ratusan warga. Sebab kekeringan yang berdampak krisis air pertaniann dan air minum selalu terjadi saat musim kemarau, terutama di Bringin dan Bancak. ‘’Harapan kami pemda sudah menggagas pembangunan waduk dengan daya tampung besar, agar masalah kekeringan teratasi. Yang pasti pemda harus beli tanah, untuk biaya pembangunan waduk bisa minta bantuan ke Kemen PUPR,” katanya.
Kata Said, selama ini penanganan kekeringan sifatnya jangka pendek dengan memberi bantuan air bersih. “Bantuan air bersih kesannya darurat, bukan solusi jangka panjang,” ujarnya. (dhi)
