Operasi Miras, Polisi Dapati Penjual Miras Simpan Narkoba

Berbagi berita ...

SOLO, Cakram.net – Kepolisian Resort Kota (Polresta) Surakarta menangkap delapan penjual minuman keras (miras) ilegal serta menyita ratusan liter ciu berbagai varian saat menggelar operasi penyakit masyarakat (pekat) selama satu minggu. Dalam razia miras tersebut, polisi mendapati salah seorang penjual miras yang memiliki dan mengonsumsi narkotika.

“Barang bukti miras yang disita dari tersangka berupa 150  botol merk vodka  dan  126 ciu oplosan berbagai varian yang dikemas dalam botol plastik. Dari salah seorang tersangka juga disita satu paket hemat narkoba,” terang Kapolresta Surakarta AKBP Andi Rifai didampingi Kasat Sabhara  Kompol Sutoyo dalam keterangan pers di Mapolresta Surakarta, Senin (28/10/2019).

Kapolres mengatakan, operasi pekat dengan sasaran menekan peredaran miras yang digelar selama tujuh hari bertujuan membuat aman kota Surakarta. Karena disinyalir sebagian besar kejadian tindak kriminal diawali dari mengonsumsi miras.

Adapun para tersangka adalah RS (21) asal Batang, Sy ( 39) asal Pacitan Jawa Timur, kemudiankemudian SR (45), Ry (51), AW (27), Yu ( 36), Su ( 61) dan Wah (37), keenamnya warga Surakarta . “Para tersangka ada yang dikenai sanksi pembinaan,  tindak pidana ringan (tipiring), UU Pangan dan UU NO 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ciu oplosan yang disita totalnya sebanyak 156,9 liter,” ungkap Kapolres.

Kasat Sabhara Kompol Sutoyo menambahkan, UU No 18 Tahun 2012 tentang Pangan dikenakan kepada tersangka Sy. Perempuan asal Pacitan ini ditangkap polisi karena kedapatan membawa 144 botol miras jenis vodka.

Tersangka mengaku membeli miras dari seseorang di daerah Bekonang Kabupaten Sukoharjo. Miras itu rencananya akan dijua lagi di Pacitan. “Tersagnka dikenai UU Pangan karena barang bukti miras tidak memiliki izin produksi alias barang tiruan,” ujarnya.

Adapun tersangka AS diserahkan ke Satuan Narkoba. Karena dia kedapatan memiliki satu paket narkotika. “AS mengaku sebagian keuntungan berjualan miras digunakan membeli narkoba untuk dikonsumsi sendiri,” kata Kompol Sutoyo. (baw/dhi)

 



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *