Sebelum Paripurna, Dewan Beri Kejutan Ganjar Pranowo

Berbagi berita ...

SEMARANG, Cakram.net РSebelum Rapat Paripurna DPRD Jateng dengan agenda Pembahasan Raperda APBD Tahun Anggaran 2020 dimulai, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mendapat kejutan dari anggota dewan setelah keluar dari pintu lift dan memasuki ruang transit, Senin (28/10/2019) siang.

Lagu Selamat Ulang Tahun dilantunkan kompak oleh mereka sembari menyalami orang nomor satu di Jateng yang hari ini tepat berusia 51 tahun. Tumpeng nasi kuning dan roti tart pun sudah tertata di meja transit.

Sebelum memotong tumpeng dan kue, anggota Komisi A DPRD Jateng, Romli Mubarok pun mendoakan Ganjar agar selalu sehat membawa keberkahan kepada keluarga, maupun kepada seluruh anggota DPRD Jateng.

“Semoga selalu sehat, memberi manfaat, keberkahan dan selalu memperjuangkan kesejahteraan untuk seluruh anggota dewan,” kata Romli sambil diamini anggota dewan, staf Setwan maupun para wartawan.

Potongan tumpeng, oleh Ganjar diserahkan kepada Soetjipto. Sedangkan potongan kue, diserahkan kepada Ketua DPRD Jateng, Bambang “Kribo” Kusriyanto dan disaksikan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, Sekretaris DPRD Jateng Urip Sihabudin.

Ketika rapat paripurna dimulai, lagi-lagi Bambang Kribo secara resmi menyampaikan ucapat selamat ulang tahun dan mendoakan suami Siti Atikoh itu selalu diberikan kesehatan, sehingga selalu bisa menjalankan tugasnya sebagai gubernur sekaligus kepala keluarga.

Sementara itu, dalam rapat paripurna Ganjar menjelaskan, jika pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah pada triwulan II tahun 2019 tercatat sebesar 5,62 persen. Hal itu menurutnya, cukup bagus di tengah gencarnya perang dagang antara Amerika dan Cina, yang berdampak pada penurunan kinerja perekonomian wilayah dan nasional fluktuasi nilai tukar rupiah serta kinerja ekspor nasional.

Upaya untuk mendorong peningkatan daya saing di berbagai sektor pembangunan yang ditujukan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 7 persen, antara lain dilakukan pengembangan Kawasan Industri Brebes, Kawasan Industri Kendal, dan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional Borobudur, serta pemerataan pembangunan di seluruh kabupaten kota se-Jawa Tengah.

“Untuk mendukung peningkatan daya saing, kita dorong pengembangan investasi pada industri strategis penguatan SDM melalui revitalisasi BLK, pendidikan vokasi, pengembangan sektor pariwisata, pembangunan kewilayahan, serta peningkatan kerjasama pemerintah dengan perguruan tinggi dan pelaku usaha,” jelasnya.

Pemprov Jawa Tengah juga terus melakukan inovasi guna meningkatkan pendapatan daerah dari sektor pajak yang menjadi kewenangannya. Inovasi tersebut antara lain dengan menambah titik-titik pelayanan pembayaran pajak kendaraan bermotor, aplikasi, dan kerjasama dengan minimarket serta toko online. (hms/dhi)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *