SEMARANG, Cakram.net – Sebanyak 40 ribu masyarakat prasejahtera di Jawa Tengah graduasi atau tidak lagi sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH). Karena mereka sudah dapat mencukupi kebutuhan secara mandiri serta mengundurkan diri atas kesadaran sendiri.
Wakil Gubernur Jateng H Taj Yasin Maimoen mengapresiasi PKH Jateng yang turut berkontribusi dalam penanggulangan kemiskinan di Jateng. Sebanyak 40 ribu keluarga yang telah keluar sebagai KPM PKH merupakan penurunan angka kemiskinan yang cukup bagus.
“Saya minta pemasangan papan informasi daftar warga miskin penerima bantuan pemerintah lebih dioptimalkan. Karena ternyata pemasangan stiker di rumah warga penerima manfaat sangat efektif. Setelah pemasangan stiker sebagai tanda warga penerima PKH, banyak warga yang mengundurkan diri karena merasa malu dan sadar dirinya tidak berhak menerima bantuan,” katanya saat menerima Korwil PKH Jateng II M Arif Rohman Muis di ruang kerjanya, Senin (4/11/2019).
M Arif Rohman Muis menyebutkan, hingga Oktober 2019 tercatat sebanyak 40 ribu dari 1.500 KPM PKH di Jateng graduasi atau telah keluar sebagai PKM PKH. Rinciannya, sebanyak 24 ribu KPM PKH adalah graduasi kategori mampu dan 16 ribu graduasi mandiri.
“Graduasi mampu artinya sudah mampu secara ekonomi dan layak keluar sebagai KPM PKH. Sedangkan graduasi mandiri, karena keluarnya atas kesadaran sendiri. Mereka sadar sudah tidak layak mendapatkan bantuan PKH,” jelasnya.
Menurut Arif, penempelan stiker PKH di setiap rumah penerima bantuan pemerintah tersebut cukup efektif. Tidak sedikit penerima PKH yang kondisi ekonominya mampu mengundurkan diri sebagai KPM PKH dengan kesadaran sendiri.
“Kami juga memasang papan informasi daftar penerima bantuan PKH yang dipasang di depan balai desa, sehingga masyarakat pun mengetahui dan memantau siapa saja warga yang mendapat bantuan,” ungkapnya.
Berbagai program terus digencarkan, di antaranya menyelenggarakan pelatihan pengemasan makanan ringan dan membuat beragam produk kerajinan berbahan bambu. Program pelatihan yang telah dilaksanakan di Kabupaten Magelang tersebut merupakan kerjasama Kemensos dengan Kementerian Perindustrian.
“Selain upaya pemberdayaan masyarakat, kami juga mengajak warga prasejahtera berwirausaha. Setelah usaha membuka usaha, selanjutnya akan dibantu pendampingan dan permodalan untuk mengembangkan usaha,” kata Arif.
Arif menambahkan, rencananya akan digelar “Jateng Festival” pada 19 November 2019 di GOR Wujil Kabupaten Semarang. Selain ajang pertemuan sebanyak 5.296 SDM PKH, dalam kegiatan ini ada wisuda KPM se-Jateng yang mengundurkan diri dari PKM PKH. (dhi)
