UNGARAN, Cakram.net – Sekretaris Komisi D DPRD Kabupaten Semarang, Joko Sriyono mengatakan pihaknya akan meminta Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Semarang untuk mengkaji ulang masalah pemenuhan bus sekolah untuk melayani akses transportasi para pelajar di Kabupaten Semarang. Karena bus sekolah milik Pemkab Semarang yang dikelola oleh Dishub belum mampu menjangkau atau melayani ke seluruh wilayah Kabupaten Semarang.
“Di Kabupaten Semarang sudah ada bus sekolah, tapi belum menjangkau semua wilayah di Kabupaten Semarang. Bus sekolah yang ada saat ini baru melayani wilayah Ungaran Timur dan Pringapus, itu pun belum bisa mengangkut semua pelajar di sana. Kita akan minta Dishub melakukan kajian lagi,” jelas Joko Sriyono, Senin (4/11/2019).
Joko mengungkapkan kebutuhan anggaran untuk mengelola lima bus sekolah tidak cukup Rp 500 juta dalam setahun. Karena butuh biaya untuk pemeliharaan kendaraan, membayar sopir dan pembelian BBM.
“Untuk memenuhi askses bus sekolah ini perlu mencari formula yang tidak terlalu membebani APBD, salah satunya kerja sama dengan Organda. Skemanya, Pemkab Semarang memberikan subsidi kepada para pelajar, nanti Organda akan menagih dana subsidi itu ke Pemkab Semarang,” ungkap politikus PAN itu.
Kata Joko, pemerintah pusat rencananya akan memberikan bantuan bus perintis. Meski demikian, penambahan layanan bus sekolah perlu dikaji ulang. “Perlu kajian yang terbaik, sehingga nanti anak-anak sekolah bisa tercover untuk mendapatkan akses transportasi ke sekolah. Apalagi Organda trayeknya juga masih sedikit, pas jam sekolah kadang tidak beroperasi,” ujarnya.
Menurut Joko, sejauh ini masih ditemukan adanya anak-anak sekolah yang bergelantungan atau duduk di atas atap mobil angkutan umum. Sehingga sangat membahayakan bagi mereka.
“Dalam waktu dekat kita undang Organda dan Dishub untuk mencari format yang terbaik untuk layanan bus sekolah. Itu (bus sekolah) memang sangat membantu anak sekolah,” katanya sembari menyampaikan pemenuhan bus sekolah ini sebagai tindak lanjut aspirasi dari Forum Anak Kabupaten Semarang (Fakas).
Kepala Dinas P3AKB Kabupaten Semarang, Romlah mengatakan masalah transportasi bagi pelajar menjadi bagian krusial dalam pemenuhan hak anak oleh negara. Dia mengakui, saat ini para pelajar masih berebut dengan penumpang lain dalam mengakses angkutan umum.
“Bagaimana tidak naik di atas atap mobil, karena mereka harus berebut dengan para pekerja dalam mengakses angkutan umum. Jam aktivitas pekerja dan jam pelajar masuk sekolah kan sama, jam-jam krodit,” ujarnya.
Terkait bea siswa bagi siswa miskin berprestasi, Joko mengatakan aspirasi Fakas itu akan menjadi bahan kajian. Menurutnya, hal itu sudah dilakukan di Kabupaten Badung Bali. “Di Badung Bali, ada anak yang kuliah dibiayai APBD. Sehingga anak-anak punya motiviasi tersendiri,” imbuhnya. (dhi)
