Diduga Banyak Pelanggaran Trayek, BPTD Razia Bus Pariwisata di Terminal Bawen

BAWEN, Cakram.net –  Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah X Jateng-DIY menggelar razia bus pariwisata di Terminal Bawen, Kamis (12/12/2019). Karena diduga banyak terjadi pelanggaran trayek atau Kartu Pengawasan (KP).

Staf Seksi LLAJ BPTD Wilayah X Jateng-DIY, Arry Purwanto mengatakan pelanggaran pemalsuan  KP termasuk barcode perizinan merupakan pelanggaran berat. Adanya pemalsuan KP biasanya untuk armada yang dibeli bekas dan dimiliki oleh perorangan.

“Sesuai ketentuan, trayek  bus pariwisata bisa dilayani jika pengelolanya memiliki badan hukum dan minimal memiliki lima armada. Mereka yang memalsukan KP biasanya membeli armada bekas dan pemiliknya perorangan, tidak berbadan hukum,” kata Arry di Bawen, Kamis (12/12/2019).

Menurut Arry, adanya pemalsuan KP oleh oknum tersebut bertujuan agar bus tetap bisa beroperasi.

“Kalau ditemukan adanya pelanggaran jelas kita kenai sanksi tilang dan disita. Jika terbukti ada pemalsuan KP akan diproses lebih lanjut,” tandasnya.

Adapun pelanggaran lain, lanjut Arry, adanya penggunaan armada pariwisata untuk angkutan regular dan antar jemput sehari-hari. Padahal untuk operasional bus pariwisata ada izin khusus.

“Izin bus pariwisata itu khusus, mereka punya agen dan nge-pool. Bukan digunakan untuk keseharian,” katanya.

Arry mengungkapkan, razia di Terminal Bawen tidak hanya memeriksa dokumen perjalanan. Pihaknya juga memeriksa kelengkapan armada termasuk kelaikan kendaraaan.

“Funsi rem, kondisi ban, sein dan lampu-lampu, termasuk wiper juga dicek apakah berfungsi  dengan baik. Apalagi saat ini sudah memasuki musim hujan,” jelas Arry.

Arry menambahkan, pemeriksaan armada bus berikut kelengkapan dokumen tersebut merupakan kegiatan rutin yang sudah terjadwal. Hanya saja, menjelang liburan Natal 2019 dan Tahun 2020 lebih diintensifkan karena pengguna angkutan umum dan pariwisata diperkirakan bakal mengalami peningkatan.

“Kita juga melakukan pemeriksaan di garasi armada pariwisata, jembatan timbang dan tempat umum lainnya,” imbuhnya.

Menanggapi adanya razia itu, sopir bus pariwisata Putra Perdana, Agus mengaku tidak ada masalah. Sebab dokumen perjalanan bus yang mengangkut rombongan dari Wonosobo menuju Lasem tersebut sudah lengkap. “Ada razia ndak masalah. Di Putra Perdana dokumennya harus komplit, kalau surat-surat bermasalah justru tidak boleh jalan,” tuturnya. (dhi)

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *