62 Pegawai Dispendukcapil Tulungagung Jalani Rapid Test COVID-19

Berbagi berita ...

TULUNGAGUNG, Cakram.net – Sebanyak 62 pegawai di lingkungan Dispendukcapil Kabupaten Tulungagung Jawa Timur, Jumat (22/5/2020), menjalani rapid test massal setelah salah satu pegawainya terkonfirmasi reaktif infeksi berdasar hasil tes cepat acak yang dilakukan tim epidemologi Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Tulungagung dua hari sebelumnya.

“Kami lakukan rapid test hari ini terhadap seluruh pegawai yang ada di dinas tersebut untuk mengetahui ada/tidaknya penularan di lingkungan kerjanya, karena sebelumnya mereka diketahui melakukan rapat bersama, pada Senin (18/5),” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Tulungagung, Galih Nusantoro.

Dari 62 yang telah diambil sampel darahnya untuk diuji menggunakan alat rapid test COVID-19 itu, hasilnya dua orang pegawai terkonfirmasi reaktif infeksi.

Keduanya diidentifikasi Galih dengan inisial AN asal Desa Sodo, Kecamatan Pakel, dan inisial TN asal Desa Bukur, Kecamatan Sumbergempol.

Mereka kemudian langsung diberlakukan kebijakan karantina di Rusunawa IAIN Tulungagung hingga 14 hari, menyusul rekan kerjanya inisial EM yang lebih dulu terkonfirmasi reaktif pada rapid test acak yang digelar tim epidemologi, dua hari sebelumnya (Rabu, 20/5) di swalayan Golden, Tulungagung.

Setelah masuk Rusunawa IAIN Tulungagung, ketiga ASN (aparatur sipil negara) ini dijadwalkan menjalani swab tenggorokan pada Ahad (23/5) untuk memastikan apakah mereka terpapar virus Sars-Cov-2 atau tidak.

“Temuan ini akan menjadi kajian kepala daerah untuk mencegah penularan lebih lanjut virus corona ini ke lingkungan kepegawaian yang lain. Insya Allah, keputusan Bupati selaku ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Tulungagung akan diumumkan Senin (25/5),” katanya.

Kata Galih, keputusan Bupati Tulungagung Maryoto Birowo pada Senin akan menentukan apakah seluruh pegawai akan diberlakukan kebijakan WFH (work from home) atau tidak.

Termasuk bagaimana mekanisme pelayanan publik bakal diselenggarakan apabila keputusan WFH jadi diberlakukan terhadap seluruh pegawai Dispendukcapil.

Selain ke lingkungan pegawai, tracing juga dilakukan ke lingkungan keluarga masing-masing ASN bersangkutan.

Total ada 15 orang yang dilakukan rapid test dari lingkungan keluarga atau kontak dekat ASN tersebut, dan hasilnya semuanya dinyatakan negatif atau non-reaktif. (Ant/Cakram)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *