JAKARTA, Cakram.net — Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) resmi memberikan kuota 200 peserta program SMK Go Global tahun 2027 kepada Kabupaten Purbalingga. Program ini bertujuan menyiapkan tenaga kerja vokasi terampil agar mampu mengakses pasar kerja global secara prosedural, kompeten, dan terlindungi.
Kepastian tersebut didapatkan setelah Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Dzulfikar Ahmad Tawalla, menerima audiensi Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif beserta jajaran di Kantor KP2MI, Jakarta, pada Rabu (21/10/2026).
Kuota 200 peserta ini merupakan tahap percontohan (pilot project) yang dibagi ke dalam tiga bidang keahlian utama, yaitu 1 kelas pengelasan (welder) dengan kapasitas 20 orang, 5 kelas caregiver (perawat lansia/pasien), dan 4 kelas hospitality (perhotelan/pariwisata).
Selain kuota pelatihan, KP2MI juga membuka peluang pemanfaatan fasilitas pelatihan yang sudah tersedia di Purbalingga. Sementara itu, Pemkab Purbalingga bertugas menyosialisasikan program guna menjaring calon peserta, dan KP2MI menangani aspek penempatan kerja internasional.
Bupati Purbalingga, Fahmi Muhammad Hanif, mengungkapkan bahwa program ini menjadi solusi strategis untuk mengatasi tantangan lapangan pekerjaan dan perindustrian di daerahnya. Potensi sumber daya manusia di Purbalingga sendiri cukup besar, didukung oleh 34 SMK yang memiliki kompetensi keahlian di bidang kesehatan, manufaktur, agrikultur, hingga teknik komputer.
