UNGARAN, Cakram.net — Bayangan tentang sekolah dasar yang dipadati ratusan anak sirna begitu menginjakkan kaki di SDN Losari, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang. Sekolah dasar negeri yang terletak tak jauh dari barak militer Bantir ini hanya dihuni oleh 43 siswa secara keseluruhan, bahkan tercatat tidak ada satupun murid yang duduk di bangku kelas 6.
Kepala SDN Losari, Siti Maesaroh, membenarkan kondisi tersebut di sela-sela mendampingi kunjungan Bunda Literasi Kabupaten Semarang, Peni Yulianingsih Ngesti Nugraha, Senin (19/10/2026). ”Iya benar, tidak ada siswa di bangku kelas 6,” ujar Siti.
Ia menjelaskan, letak sekolah yang berada jauh dari permukiman warga menjadi faktor utama minimnya minat pendaftar. Selain itu, keberadaan madrasah ibtidaiyah yang berlokasi lebih dekat dengan perumahan warga membuat lembaga tersebut menjadi pilihan utama orang tua.
Meski demikian, status sekolah negeri ini dipastikan tetap bertahan. “SD negeri ini satu-satunya di Desa Losari, jadi tidak bisa di-regrouping,” tambah Siti yang didampingi guru kelas, Neli Mulinikmah.
Di balik keterbatasan fasilitas dan jumlah siswa yang sedikit, proses kegiatan belajar-mengajar tetap berjalan penuh semangat. Sebanyak 43 siswa ini diasuh oleh delapan tenaga pengajar, termasuk seorang penjaga sekolah. Pihak sekolah pun berharap adanya uluran tangan pemerintah, khususnya untuk renovasi kamar mandi, fasilitas perpustakaan, dan pembangunan musala.
