Pemkab Sleman Atur Cara Penyembelihan Hewan Kurban Saat Pandemi Corona

Berbagi berita ...

SLEMAN,Cakram.net – Pemkab Sleman dalam upaya pencegahan penularan COVID-19 di wilayah menerbitkan aturan pelaksanaan penyembelihan hewan kurban di tengah pandemi.

Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DPPP) Kabupaten Sleman Heru Saptono mengatakan, aturan pelaksanaan penyembelihan hewan kurban juga merujuk kepada Surat Edaran Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian tentang Pelaksanaan Kegiatan Kurban dalam Situasi Wabah Bencana Non-alam Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

“Berkenaan dengan pelaksanaan Idul Adha 2020, pelaksanaan penyembelihan hewan kurban di tengah pandemi COVID-19 ini, ada lima hal yang perlu diperhatikan,” katanya, Selasa (23/6/2020).

Menurut dia, beberapa hal tersebut yaitu meliputi penjualan hewan kurban dan pemotongan hewan kurban, memperhatikan protokol kesehatan. Selain itu, kegiatan penjualan hewan ternak wajib melakukan pemberitahuan kepada pemerintah desa setempat.

“Langkah lain dalam aturan pelaksanaan penyembelihan hewan kurban yaitu kegiatan pemotongan hewan kurban menyesuaikan dengan zona pandemi COVID-19 pada tingkat kecamatan dan desa di Kabupaten Sleman sesuai dengan data dari Dinas Kesehatan Sleman,” katanya.

Heru mengatakan, pelaksanaan penyembelihan diimbau agar diselenggarakan serempak pada hari raya Idul Adha dan selanjutnya di hari tasyrik.

“Jadi untuk wilayah Sleman, yang terbagi ke dalam beberapa zona, ada yang masuk dalam zona merah, ada yang masuk dalam wilayah zona oranye, zona kuning dan ada yang termasuk dalam wilayah zona hijau yang ditetapkan Dinas Kesehatan Sleman,” katanya.

Secara spesifik, masing-masing kategori zona memiliki aturan yang ditentukan. Bagi wilayah yang termasuk ke dalam kategori zona merah, aturan pelaksanaan penyembelihan hewan kurban nantinya akan diatur melalui surat edaran Bupati Sleman.

“Sementara untuk ketentuan spesifik pada wilayah zona merah yaitu disarankan menyembelih hewan kurban di Rumah Potong Hewan (RPH) kurban. Namun, karena jumlah RPH di Sleman terbatas, maka pemotongan di luar RPH dapat dilaksanakan dengan syarat,” katanya.

Ia mengatakan, syarat untuk pelaksanaan kurban bagi wilayah zona merah tersebut yaitu perlu adanya rekomendasi pemotongan hewan kurban di luar RPH oleh atau dari Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DPPP) Sleman mulai 1 Juli 2020.

Sementara untuk pelaksanaan teknis, protokol kesehatan tetap diberlakukan yaitu dengan memakai Alat Pelindung Diri (APD) seperti masker, faceshield, baju dengan lengan panjang, dan menyediakan sarana cuci tangan.

“Memang untuk wilayah yang masuk ke dalam zona merah, protokol kesehatannya lebih ketat dibanding zona lainnya. Termasuk bagi panitia penyelenggara,” katanya.

Selain itu, kata dia, bahwa DPPP Sleman akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar dapat mengetahui bagaimana aturan pelaksanaan penyembelihan hewan kurban dengan menyesuaikan zona wilayahnya masing-masing. (Ant/Cakram)

 

 



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *