UNGARAN, Cakram.net – Ketua DPRD Kabupaten Jawa Tengah, Bambang Kusriyanto meminta pembukaan kembali tempat wisata dan pabrik di Kabupaten Semarang agar ditinjau ulang. Karena perkembangan kasus COVID-19 di wilayah Kabupaten Semarang cenderung mengalami kenaikan.
“Izin tempat wisata harus ditinjau kembali. Kalau di Kabupaten Semarang setiap hari ada penambahan kasus COVID-19 maka pembukaan tempat wisata harus dibatasi, termasuk pabrik juga begitu,” kata Krebo, panggilan akrab Bambang Kusriyanto di Ungaran, Minggu (12/7/2020).
Adapun data kasus COVID-19 di Kabupaten Semarang saat ini mencapai 152 kasus. Rinciannya, delapan pasien dirawat, 64 orang menjalani isolasi, 66 orang sembuh, dan 14 orang meninggal.
Menurut Krebo, pembatasan tempat wisata dan pabrik untuk buka kembali perlu dilakukan sebagai upaya menekan penyebaran COVID-19. Karena penyebaran COVID-19 tahap kedua ternyata masih terjadi.
“Menyelamatkan nyawa orang adalah hal utama. New normal jangan diartikan semuanya bisa dibuka,” tandasnya.
Krebo mengingatkan kepada pekerja dan pengunjung tempat wisata termasuk pekerja pabrik di Kabupaten Semarang untuk menaati protokol kesehatan. Selain pengecekan suhu tubuh dan cuci tangan, wajib mengenakan masker.
“Kalau protokol kesehatan dilanggar sehingga menyebabkan kasus corona di Kabupaten Semarang naik ya harus ditutup lagi,” tegasnya.
Terkait rencana Gubernur Jateng Ganjar Pranowo memberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PKM) di Semarang Raya, Krebo meminta masyarakat untuk menaatinya. Sebab penyebaran COVID-19 di wilayah tersebut belum berkurang, sehingga perlu ada pembatasan kegiatan masyarakat untuk mengendalikan penyebaran COVID-19.
“Kalau penyebaran COVID-19 belum berkurang, imbauan Gubernur Jawa Tengah kepada beberapa daerah untuk melakukan PKM harus ditaati,” tandasnya.
Kata Krebo, pengendalian penyebaran COVID-19 tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah. Tapi diperlukan peran serta seluruh elemen masyarakat.
“Untuk menghentikan penyebaran corona harus gotong royong bersama masyarakat, tidak bisa pemerintah sendiri,” ujarnya.
Seperti diketahui, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sudah meminta seluruh wilayah di Semarang Raya, yaitu Demak, Kendal, Kota Semarang dan Kabupaten Semarang untuk melakukan PKM. Imbauan gubernur itu didasari kasus penularan Covid-19 yang masih tergolong tinggi. (dhi/Cakram)
