Dinkes Yogyakarta Intensifkan Blocking Cegah Perluasan Penularan COVID-19

YOGYAKARTA, Cakram.net – Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta mengintensifkan upaya “blocking” terhadap temuan kasus positif COVID-19, terutama untuk kasus yang tidak diketahui secara jelas sumber awal penularannya sebagai upaya mencegah penularan virus itu.

“Kalau sudah sangat sulit mencari sumber awal penularannya meski sudah dirunut aktivitas mereka sehari-hari, maka tindakan yang kami lakukan adalah dengan upaya ‘blocking’ agar penyebaran kasus tidak semakin luas,” kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Tri Mardaya di Yogyakarta, Rabu (5/8/2020).

Menurut dia, upaya “blocking” terhadap kasus terkonfirmasi positif COVID-19 dilakukan dengan tes usap terhadap kontak erat warga yang terkonfirmasi positif, mulai dari lingkungan keluarga hingga lingkungan kerja sehari-hari.

Upaya “blocking” tersebut juga diberlakukan terhadap temuan kasus terkonfirmasi positif COVID-19 yang dialami dua tenaga teknis di lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta.

Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta telah mengambil lebih dari 40 sampel usap terhadap keluarga dan kontak erat.

“Lima di antaranya sudah dinyatakan negatif. Sisanya masih menunggu hasil laboratorium,” katanya.

“Blocking” terhadap temuan kasus terkonfirmasi positif COVID-19 tersebut, lanjut Tri, merupakan upaya yang dinilai cukup efektif terlebih sebagian besar warga yang terkonfirmasi positif tidak menunjukkan gejala sakit.

“Hingga saat ini, hanya ada dua yang dirawat di rumah sakit. Sisanya menjalani isolasi mandiri di rumah dengan pengawasan dari puskesmas. Mereka pun dipasok vitamin dari puskesmas,” katanya.

Berdasarkan data corona.jogjakota.go.id, hingga Selasa (4/8), terdapat 23 warga yang saat ini masih terkonfirmasi positif COVID-19, 42 sembuh, dan tiga meninggal dunia.

Namun demikian, lanjut dia, jika pasien positif tersebut mengalami kesulitan untuk melakukan isolasi mandiri, maka akan dirawat di rumah sakit dengan biaya ditanggung oleh pemerintah.

Tri kembali mengingatkan masyarakat agar selalu menerapkan protokol kesehatan secara ketat terlebih hampir semua aktivitas sudah kembali dijalankan seperti biasa.

“Banyaknya kasus penderita COVID-19 yang tidak menunjukkan gejala apapun justru harus disikapi dengan lebih meningkatkan kewaspadaan dan selalu disiplin menjalankan protokol kesehatan. Bisa saja orang di sebelah anda membawa virus,” katanya.

Protokol kesehatan yang wajib dipenuhi adalah menggunakan masker saat beraktivitas, mejaga jarak aman, serta rajin cuci tangan. (Ant/Cakram)

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *