GUNUNGKIDUL, Cakram.net – Warga di empat padukuhan yang tergabung dalam “Catur Manunggal”, yakni Padukuhan Semuluh Lor, Semuluh Kidul, Ngaglik, dan Mojo, Kalurahan Ngeposari, Kapanewon Semanu, menyelenggarakan upacara adat Kirab Seni Budaya dan Sedekah Kenduri Bersih Dusun pada Senin 25 Mei 2026.
Acara ini berlangsung khidmat dengan dihadiri oleh jajaran pejabat daerah, tokoh masyarakat, dan warga setempat. Prosesi utama ditandai dengan kirab Gunungan yang berisi berbagai ‘Ubo rampe’ atau hasil bumi sebagai simbol rasa syukur. Penyerahan secara simbolis dilakukan oleh Bapak Sutiyo kepada perwakilan warga masyarakat Padukuhan yang tergabung Catur Manunggal.
Dalam sambutan penerimaannya, perwakilan warga menyatakan kesiapan untuk melaksanakan upacara dengan tulus dan penuh khidmat, seraya memanjatkan doa agar seluruh warga senantiasa diberikan ketenteraman dan keselamatan.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih yang hadir dalam acara tersebut memberikan apresiasi tinggi kepada warga di empat padukuhan tersebut atas kekompakan mereka dalam menjaga adat istiadat. Bupati menekankan bahwa istilah “Catur Manunggal” merupakan cerminan dari semangat golong gilig atau persatuan yang kuat di antara warga.
“Acara bersih dusun ini bukan hanya sekadar melestarikan kebudayaan, tetapi juga menjadi sarana bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala rezeki dan keselamatan yang telah diberikan,” ujar Bupati, dilansir dari laman resmi Pemkab Gunungkidul.
