UNGARAN, Cakram.net – Komunitas k’Ngen Kabupaten Semarang menggelar program k’Ngen Sinau untuk membantu pembelajaran daring di wilayah pinggiran Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2020). Kegiatan sinau (belajar) bersama di lingkungan Kobongan, Kelurahan/Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, ini dilaksanakan bekerja sama dengan Karang Taruna Pringapus.
Koordinator Komunitas k’Ngen Chapter 2 Kecamatan Pringapus, Doni Johan Sandi Wibowo mengungkapkan kegiatan sosial itu tersebut sebagai wujud kepedulian untuk membantu para siswa dalam pembelajaran daring atau pembelajaran jarak jauh. Sebab di masa pandemi COVID-19 mereka tidak bisa melakukan kegiatan pembelajaran tatap muka di sekolah.
“Ini wujud keprihatinan kami terhadap siswa yang tidak bisa belajar tatap muka di sekolah akibat pandemi COVID-19. Ada orang tua siswa yang kesulitan membantu anaknya mengerjakan tugas dari gurunya secara daring,” ungkapnya di sela kegiatan.
Menindaklanjuti kendala tersebut, lanjut Doni, komunitas k’Ngen bersama Karang Taruna Pringapus mengubah gudang peralatan RT di Lingkungan Kobongan menjadi ruang belajar. Di ruangan berukuran 5 x 8 meter ini disediakan fasilitas akses internet berkecapatan 10 Mbps yang bisa dimanfaatkan para siswa untuk mendukung pembelajaran daring.
“Selain akses internet gratis, disediakan laptop dan printer untuk mendukung anak-anak mengerjakan tugas. Ada pula sukarelawan mahasiswa yang menjadi guru pendamping,” jelasnya.
Menurut Doni, dalam pelaksanaan kegiatan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Selain pemeriksaan suhu tubuh, sebelum masuk ruangan wajib cuci tangan pakai sabun yang telah disediakan dan memakai masker.
“Program k’Ngen Sinau di Kelurahan Pringapus rencananya akan digelar empat kali dalam seminggu mulai pagi hingga sore. Kegiatan serupa juga akan dilaksanakan di 19 kecamatan yang ada di Kabupaten Semarang,” ujarnya.
Salah seorang siswa, Meta Amelia (14) mengaku sangat terbantu dengan kegiatan tersebut. Sebab untuk mengikuti pembelajaran daring orang tuanya harus mengeluarkan uang Rp 62 untuk membeli kuota internet per bulan.
“Selain bisa mengakses internet gratis, kalau ada hal yang saya belum paham ada pembimbing membantu dalam mengerjakan tugas dari sekolah,” tutur siswi SMPN 1 Pringapus itu.
Tokoh masyarakat Lingkungan Kobongan, Mustofa memberikan apresiasi positif adanya kegiatan yang diinisiasi Komunitas k’Ngen tersebut. Setidaknya para siswa bisa lebih terarah dalam belajar.
“Adanya sinau bersama ini maka anak-anak bisa terarah. Sehingga anak-anak tidak banyak bermain,” katanya.
Menurut Mustofa, kondisi pandemi COVID-19 berdampak besar di semua sektor. Apalagi bagi orang tua yang sudah lagi bekerja. (dhi/Cakram)
