UNGARAN, Cakram.net – Wakil Bupati (Wabup) Semarang Ngesti Nugraha mengajak pengurus tosan aji Panji Pandhanaran Kabupaten Semarang untuk bersama-sama melestarikan seni budaya, khususnya tosan aji. Sehingga keberadaan seni budaya semakin digemari oleh masyarakat dan tidak hilang seiring perkembangan zaman.
“Mari kita lestarikan bersama tosan aji di Jawa Tengah, khususnya di Kabupaten Semarang,” ajak Wabup saat memberikan sambutan pada acara pengukuhan pengurus tosan aji Panji Pandhanaran Kabupaten Semarang di Pendapa Bukit Cinta Banyubiru, Kabupaten Semarang, Kamis (20/8/2020).
Menurut Wabup, saat ini seni pedalangan dan seni budaya maupun seni tradisi di Kabupaten Semarang yang jumlahnya lebih dari 3.000 mulai bangkit. Setiap tahun sejak 2016 sampai sekarang ada anggaran hibah bantuan kesenian dari Pemkab Semarang.
“Anggaran pentas seni, anggaran pagelaran wayang di tiap kecamatan bentuk komitmen Pemkab Semarang dalam melestarikan seni budaya yang ada,” jelasnya.
Ketua Umum Komite Seni Budaya Nusantara (KSBN) Jawa Tengah Sri Puryono berharap pengurus tosan aji Panji Pandhanaran berperan dalam pelestarian tosan aji agar bisa dinikmati masyarakat luas khususnya warga Kabupaten Semarang.
“Potensi yang ada perlu dilestarikan, keberadaan Bukit Cinta Banyubiru yang sudah bagus dapat digunakan untuk wahana menampilkan beragam seni budaya. Ini akan menarik, apalagi jika fasilitas transportasi BRT dilewatkan sini,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum Panji Pandhanaran Kabupaten Semarang, Wisnu Wahyudi menyatakan kepengurusan yang sudah terbentuk komitmen untuk melestarikan budaya Jawa khususnya tosan aji. Karena tosan aji merupakan budaya leluhur yang bernilai tinggi.
“Perlu memberikan edukasi kepada masyarakat luas agar memahami filosofi tosan aji yang bisa dijabarkan secara ilmiah,” ungkapnya.
Dalam waktu dekat, lanjut Wisnu, pihaknya akan melakukan edukasi kepada para generasi muda. Sehingga tidak ada anggapan bahwa tosan aji selalu dihubungkan dengan klenik atau syirik.
Pengukuhan pengurus tosan aji Panji Pandhanaran dilakukan oleh Kepala Kepala Disdikbudpora Kabupaten Semarang, Sukaton Purtomo Priyatmo. Acara ini Forkompimda, perwakilan OPD, camat, budayawan, pemilik serta pemerhati tosan aji dari berbagai daerah. (dhi/Cakram)
