Belum Ada Karyawan Pabrik di Gunungkidul Terpapar COVID-19

GUNUNGKIDUL, Cakram.net – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Gununglkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta menyatakan belum mendapat laporan adanya pekerja pabrik yang terpapar COVID-19 karena sejauh ini pabrik telah menjalankan protokol kesehatan untuk mengurangi risiko penularan di lingkungan kerja.

Kepala Bidang Ketenagakerjaan Disnakertrans Gunungkidul Ahsan Jihadan di Gunungkidul, Senin (28/9/2020), mengimbau manajemen perusahaan harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat, hal ini perlu diantisipasi agar risiko penularan bisa dicegah.

“Sampai saat ini, kami belum menerima laporan terkait pekerja lokal yang terpapar COVID-19 dari pabrik-pabrik yang beroperasi Gunungkidul,” kata Ahsan.

Ia berharap kepada seluruh pabrik maupun perusahaan berkomitmen dalam upaya pencegahan sehingga tidak ada kluster penularan dari lingkungan kerja. Yakni menjaga jarak, menggunakan masker hingga sering cuci tangan dengan menggunakan sabun. Sedangkan di lingkungan kerja diharapkan sering dilakukan sterilisasi dengan semprotan disinfektan.

“Kedisiplinan protokol kesehatan menjadi kunci utama dalam sebuah perusahaan bebas COVID-19,” katanya.

Ahsan mengatakan pandemi COVID-19 tidak hanya menimbulkan risiko penularan di lingkungan kerja. Namun demikian, wabah ini juga sempat berdampak terhadap sektor usaha. Hanya saja, kondisi sekarang sudah menunjukkan perbaikan karena pekerja yang sempat dirumahkan sudah dipanggil kembali untuk bekerja.

“Kami terus lakukan monitoring. Harapannya, wabah segera berlalu dan sektor usaha bisa kembali bangkit seperti sebelum adanya penyebaran virus,” katanya.

Sementara itu, Kepala Disnakertrans Gunungkidul Purnamajaya mengatakan pelaksanaan protokol kesehatan sangat dibutuhkan untuk mengurangi risiko penularan corona di lingkungan kerja.

“Satu sama lain harus saling melindungi. Untuk itu, protokol kesehatan harus terus dijalankan. Sedangkan untuk pabrik atau perusahaan, diminta menyediakan fasilitas guna mendukung pelaksanaan adaptasi kebiasaan baru,” katanya.

Selain itu, Purnama juga meminta kepada seluruh perusahaan atau pabrik di Gunung Kidul untuk memanfaatkan aplikasi Jogja Pass milik Pemerintah DIY.

“Aplikasi ini dibuat untuk memudahkan dalam upaya memudahkan penelusuran hingga pemantauan untuk antisipasi dalam penyebaran COVID-19. Kami sudah sosialisasi dan mudah-mudahan pabrik bisa menerapkannya,” harapnya. (Ant/Cakram)

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *