PURWOKERTO, Cakram.net – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, mengimbau masyarakat setempat untuk mewaspadai bencana hidrometeorologi, seperti banjir, longsor dan puting beliung yang berpotensi terjadi pada musim hujan.
“Meskipun saat sekarang belum memasuki musim hujan, tanah longsor telah terjadi di sejumlah lokasi,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banyumas Titik Puji Astuti di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Selasa.
Ia mengatakan berdasarkan laporan yang diterima BPBD Kabupaten Banyumas, teras rumah salah seorang warga Desa Samudra Kulon, Kecamatan Gumelar, tertimpa longsoran pada Senin (21/9) malam akibat hujan yang terjadi sejak sore hari, dan satu rumah lainnya dalam kondisi terancam longsor.
Selain itu, kata dia, tanah longsor juga sempat menutup ruas jalan di Desa Glempang, Kecamatan Pekuncen, namun saat ini sudah selesai ditangani.
Terkait dengan hal itu, dia mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya bencana hidrometeorologi karena di Banyumas terdapat 94 desa rawan longsor, 175 desa rawan banjir, dan 48 desa rawan angin kencang (puting beliung/langkisau).
“Kami mengimbau masyarakat untuk segera menutup rekahan tanah agar tidak longsor ketika terjadi hujan. Selain itu, bersihkan saluran air agar tidak tersumbat karena aliran yang tidak lancar dapat mengakibatkan banjir,” katanya.
Disinggung mengenai penyaluran bantuan air bersih, Titik mengatakan hingga saat ini, pihaknya baru menyalurkan bantuan tersebut untuk warga di dua desa, yakni Desa Kaliputih, Kecamatan Purwojati, dan Desa Kedungpring, Kecamatan Kemranjen.
Sementara bantuan untuk warga Desa Banjarparakan, Kecamatan Rawalo, belum sempat tersalurkan karena sudah keburu datang hujan.
“Kami sebelumnya telah melakukan survei di Banjarparakan agar masyarakat setempat bisa menyediakan tempat atau lokasi penyaluran bantuan. Namun karena keburu datang hujan, sampai sekarang kami baru menyalurkan bantuan untuk Desa Kaliputih dan Kedungpring, masing-masing sebanyak dua tangki,” ujarnya.
Sebelumnya, Kepala Kelompok Teknisi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo memprakirakan wilayah Jateng bagian selatan, khususnya Kabupaten Cilacap dan Banyumas telah memasuki masa pancaroba atau transisi dari musim kemarau menuju musim hujan.
“Kalau dari peta prakiraan secara umum, wilayah tengah dan selatan Jateng sudah masuk musim hujan pada bulan Oktober. Artinya, memang sekarang secara umum sudah masuk masa transisi dari musim kemarau menuju musim hujan,” katanya. (Ant/Cakram)
