Pemeriksaan Kesehatan Bapaslon Bupati dan Wakil Bupati Semarang di RSUP Kariadi Semarang

Berbagi berita ...

UNGARAN, Cakram.net – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Semarang akan melakukan tahapan pemeriksaan terhadap bakal pasangan calon (bapaslon) Bupati dan Wakil Bupati Semarang di RSUP DR Kariadi Semarang. Karena di Kabupaten Semarang tidak ada rumah sakit tipe A sesuai ketentuan Keputusan KPU Nomor 231 Tahun 2017.

Ketua KPU Kabupaten Semarang, Maskup Asyadi mengatakan tahapan pemeriksaan kesehatan rencananya dilaksanakan pada 8 dan 9 September 2020. Hasil pemeriksaan kesehatan bakal diserahkan pihak rumah sakit pada 11 sampai 12 September 2020.

“Sesuai Keputusan KPU Nomor 231 Tahun 2017, pemeriksaan kesehatan harus dilaksanakan di rumah sakit tipe A. Rumah sakit di tempat kita hanya tipe C, sehingga harus di wilayah terdekat yang ada rumah sakit tipe A atau B,” jelasnya usai menerima pendaftaran dua bapaslon Bupati dan Wakil Bupati Semarang di Kantor KPU Kabupaten Semarang, Jumat (4/9/2020).

Menurut Maskup, KPU memberikan surat pengantar kepada Bupati dan Wakil Bupati Semarang untuk mengikuti tahapan pemeriksaan kesehatan. Pemeriksaan kesehatan akan dilaksanakan di RSUP Dr Kariadi Semarang.

“Untuk keduanya, sudah kami berikan tanda terima berita acara serta surat pengantar pemeriksaan kesehatan,” katanya.

Terkait pendaftaran bapaslon Bupati dan Wakil Bupati Semarang, Maskup menjelaskan ada dua persyaratan yang harus dipenuhi, yakni syarat pencalonan dan syarat calon. Hasil pemeriksaan berkas pasangan Bison diusung enam parpol, yaitu PPP, PKS, Gerindra, PAN, Nasdem dan Golkar,  sedangkan pasangan Ngebas diusung oleh PDIP, PKB, Demokrat dan Hanura serta didukung Perindo.

“Semuanya sudah memenuhi syarat. Hanya untuk Pak Basari masih harus memenuhi persyaratan surat pengunduran diri sebagai anggota DPRD Kabupaten Semarang, SK dari pimpinan partai dan dewan dapat dilengkapi sebelum 30 hari menjelang pemungutan suara,” ungkapnya.

Menurut Maskup, syarat tersebut harus dilengkapi tanda terima dari pejabat yang berwenang paling lambat lima hari setelah ditetapkan sebagai pasangan calon. Pada 27 September 2020 harus sudah diterima oleh KPU Kabupaten Semarang.

“Prinsipnya syarat kedua bakal pasangan calon telah memenuhi syarat. Hanya Pak Basari kurang surat pengunduran diri dari jabatan anggota DPRD dan SK dari pimpinan partai dan dewan dapat dilengkapi sebelum 30 hari menjelang pemungutan suara,” ujarnya. (dhi/Cakram)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *