Tertunda Akibat COVID-19, Program Pembangunan 2020 Dilaksanakan 2021

UNGARAN, Cakram.net – Program pembangunan tahun 2020 di Kabupaten Semarang yang tertunda akibat pandemi COVID-19 bakal dilaksanakan pada tahun 2021. Program prioritas lain yang dianggarkan di Rancana APBD Kabupaten Semarang Tahun Anggaran 2021 adalah pemulihan ekonomi akibat COVID-19.

Keterangan itu disampaikan Ketua DPRD Kabupaten Semarang Bondan Marutohening usai memimpin rapat paripurna DPRD Kabupaten Semarang dengan agenda penyampaian RAPBD Kabupaten Semarang Tahun Anggaran 2021 oleh Bupati Semarang dr Mundjirin, Kamis (24/9/2020).

“Kalau kita melihat kebutuhan yang diproyeksikan tahun 2021 antara lain pemulihan ekonomi dan menganggarkan kembali program pembangunan yang tertunda di 2020 karena refokusing anggaran akibat COVID-19,” ungkapnya.

Menurut Bondan, banyak program kegiatan yang tidak dilaksanakan maupun dikurangi volumenya pada 2020. Antara lain pembangunan infrastruktur dan pariwisata, termasuk program di dinas lingkungan hidup dan organisasi perangkat daerah (OPD) lain.

“Program utama yang sudah dialokasikan dalam APBD Penetapan 2020 yang kita minta untuk tetap dijalankan ada di dinas kesehatan, dinas pendidikan dan BPBD Kabupaten Semarang,” jelasnya.

Bondan menjelaskan, masih ada program pencegahan, penganangan serta dampak  COVID-19 yang harus ditangani 2021. Karena pandemi COVID-19 akan berakhir sampai kapan belum diketahui.

“Termasuk soal vaksin COVID-19 yang akan diluncurkan oleh pemerintah pusat pembiayannya ditanggung pemerintah pusat atau pemerintah daerah kita belum tahu. Anggaran vaksin COVID-19 belum dicadangkan di APBD, sehingga perlu ditindaklanjuti dalam pembahasan RAPBD 2021,” katanya.

Bondan mengaku sudah berdiskusi dengan Penjabat (Pj) Sekda Kabupaten Semarang untuk meminta Dinkes melakukan konsultasi  dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terkait rencana pengadaan vaksin tersebut.

“Setidaknya menanyakan vaksin diluncurkan akhir tahun ini atau awal tahun depan, dan anggarannya ditanggung pemerintah pusat, provinsi atau kabupaten. Kita minta konsultasi terlebih dahulu sebagai bahan untuk membahas RAPBD 2021,” ujarnya.

Kalau pemerintah pusat sudah menyiapkan vaksin COVID-19, lanjut Bondan, sebaiknya Pemkab Semarang menyiapkan anggaran pengadaan vaksin. Karena kesehatan masyarakat perlu diutamakan.

“Jumlah penduduk Kabupaten Semarang ada satu juta lebih harus terlayani vaksin semuanya. Untuk pemenuhan anggarannya nanti kita akan mencermati program kegiatan yang tidak prioritas dan program kegiatan yang masih bisa ditunda pelaksanaannya,” tandasnya. (dhi/Cakram)

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *