TEMANGGUNG, Cakram.net – Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung mencatat sekitar 50 persen dari 1.516 pos pelayanan terpadu (posyandu) balita di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, masih bisa aktif melakukan kegiatan di masa pandemi COVID-19.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung Suparjo di Temanggung, Selasa (6/10/2020), mengatakan posyandu yang masih aktif adalah yang berada di daerah benar-benar aman dari penyebaran COVID-19.
“Kalau berada di zona merah atau oranye tidak bisa, karena terlalu berisiko,” katanya.
Namun, katanya untuk posyandu balita ini ada dua kegiatan penting yang harus tetap berjalan, yakni pemberian vitamin A dan pelaksanaan imunisasi.
“Kalau pemberian vitamin A gagal akan bermasalah, termasuk imunisasi bisa terjadi KLB susulan nanti, karena banyak penyakit yang bisa dicegah dengan imunisasi,” katanya.
Oleh karena itu, katanya dua kegiatan itu harus berjalan dan harus mencapai target.
Ia menyampaikan kegiatan itu bisa dilakukan dengan posyandu terbatas, artinya tidak usah dengan lima kegiatan utama dijalankan semua, tetapi hanya dengan kegiatan pemberian vitamin A dan imunisasi.
“Mereka datang ambil vitamin A langsung dibawa pulang, datang diimunisasi langsung pulang dan mereka tetap pakai masker, jaga jarak, dan cuci tangan,” katanya.
Sementara itu, untuk kegiatan yang lain seperti penimbangan sebenarnya juga penting, tetapi dalam situasi seperti ini terlalu berisiko.
Selain itu, katanya posyandu bisa dilakukan melalui kader untuk menghindari kerumunan. Ibu bayi bisa datang ke kader untuk mengambil vitamin A sekalian ditimbang di situ dan diukur panjang badan atau tinggi badannya.
“Meskipun posyandu tidak aktif tetapi kita tetap kerja sama dengan kader untuk aktif,” katanya.
Suparjo menyampaikan pelaksanaan posyandu tergantung daerahnya masing-masing, untuk desa yang aman silakan. Pertama pastikan situasi aman, kedua dilaksanakan dengan protokol kesehatan. (Ant/Cakram)
