Kasus Terkonfirmasi Positif COVID-19 di Kabupaten Semarang Capai 2.023

Berbagi berita ...

UNGARAN, Cakram.net – Bupati Semarang, Mundjirin menyebutkan, kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Kabupaten Semarang setiap hari cenderung meningkat dan menyebar. Pihaknya mengimbau masyarakat untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran virus corona.

“Mudah-mudahan saja segera berakhir atau berkurang. Saya harap masyarakat jangan lupa menggunakan masker, menjaga jarak, hindari kerumunan, dan sering cuci tangan pakai sabun,” katanya, Jumat (20/11/2020).

Berdasarkan data yang dipublikasikan melalui situs https://corona.semarangkab.go.id per Kamis (19/11/2020) pukul 18.00 tercatat ada 2.023 kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kabupaten Semarang. Rinciannya, 72 orang dirawat, 277 orang menjalani isolasi mandiri, 1.571 orang sembuh, dan 103 orang meninggal terkonfirmasi positif COVID-19.

Bupati mengungkapkan, hingga saat ini masih dijumpai ada masyarakat yang tidak mematuhi protokol kesehatan. Bahkan ada masyarakat yang tidak percaya adanya virus corona.

“Rupa-rupanya masih ada yang lupa menggunakan masker, atau mereka mengatakan tidak percaya adanya corona. Padahal yang meninggal akibat COVID-19 sudah banyak,” ungkapnya.

Terkait vaksinasi, Bupati menyatakan sampai sekarang masih menunggu dari pemerintah pusat atau Kementerian Kesehatan. Sejauh ini belum ada petunjuk mengenai bagaimana tata cara dan teknisnya seperti apa.

“Sampai sekarang belum ada instruksi untuk vaksinasi, mudah-mudahan saja segera ada dan diluncurkan karena banyak perdebatan tentang vaksin. Katanya akhir Desember atau awal 2021, kita tunggu saja,” ujarnya.

Sebelum ada vaksin, lanjut bupati, yang paling penting adalah menerapkan 3M, yaitu menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan pakai sabun. “Itu  didahulukan sebelum ada vaksinnya,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Semarang Bondan Marutohening menyatakan pihaknya sudah memanggil Satgas COVID-19 sebanyak enam kali terkait upaya pencegahan dan penanangan COVID-19 di Kabupaten Semarang.

“Kami juga sudah enam kali membuat rekomendasi tentang pencegahan dan penanganan COVID-19 yang lebih konkrit dan riil untuk masyarakat,” katanya.

Bondan membeberkan, saat pembahasan diketahui anggaran penanganan COVID-19 tahun 2020 masih ada sisa Rp31,9 miliar. Setelah perencanaan atau program penanganan COVID-19 dicermati diperkirakan masih ada sisa anggaran Rp14 miliar sampai Rp17 miliar.

“Ini membuktikan keseriusan Pemkab Semarang dalam penanganan COVID-19 maupun terdampak COVID-19 belum kelihatan,” tandasnya.

Menurut Bondan, kebutuhan sehari-hari warga yang melakukan isolasi mandiri belum dicukupi oleh pemkab. Sehingga masih membebani masyarakat di sekitarnya. “Padahal sangat dimungkingkan bagi pemkab dalam hal ini satgas COVID memberikan sentuhan penanganan untuk meringankan beban mereka,” ujarnya. (dhi/Cakram)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *