Berharap Dibuka Lagi, Manajemen Dusun Semilir Akan Membagi Jam Kunjungan Wisatawan Dua Sesi

Berbagi berita ...

UNGARAN, Cakram.net – Manajemen objek wisata Dusun Semilir di Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah berharap kegiatan usaha Dusun Semilir bisa dibuka lagi. Jam kunjungan wisatawan di objek wisata berkonsep one stop leisure park tersebut akan dibagi menjadi dua sesi untuk menghindari terjadinya kerumunan pengunjung.

Manajer Bisnis Developmet Dusun Semilir, Ajris Sufata mengatakan setelah Dusun Semilir ditutup sementara dari manajemen langsung melakukan evaluasi dan perbaikan, termasuk berkoordinasi dengan instansi terkait. Pihaknya sudah mengajukan permohonan kepada Pemkab Semarang agar bisa beroperasi lagi, karena ada ratusan karyawan harus dirumahkan terkait kebijakan penutupan sementara.

“Tempat ini juga menjadi wadah kegiatan UMKM yang jumlahnya berkisar 3.000 kepala keluarga. Kita berharap Dusun Semilir bisa dibuka lagi, sehingga kegiatan ekonomi di sini dapat berjalan,” katanya saat konferensi pers di Dusun Semilir, Kamis (3/12/2020).

Sebelum diizinkan buka kembali, lanjut Ajris, sudah ada sejumlah persiapan di antaranya penjualan tiket secara online dan drive thru. Tujuannya untuk menghindari kerumunan pengunjung di tempat pembelian tiket masuk.

“Kita akan buka membagi jam kunjungan wisatawan menjadi dua sesi, yakni pukul 09.00-11.30 dan 13.30-17.00 WIB. Harga tiket masuk juga akan dinaikkan, untuk hari biasa dari Rp20 ribu menjadi Rp35 ribu dan saat week end menjadi Rp55 ribu dari Rp25 ribu,” bebernya.

Marketing Communication Dusun Semilir, Irene Shinta Dewi menambahkan, keberadaan Dusun Semilir yang terlalu viral di media sosial mengakibatkan terjadi lonjakan jumlah pengunjung di masa pandemi COVID-19. Pengunjung penasaran dengan wahana yang memiliki ketinggian lebih dari 30 meter dengan panjang lintasan sekitar 130 meter dan lintasan warna-warni.

“Animo masyarakat luar biasa, apalagi harga tiket masuk Rp25 ribu termasuk murah. Wahana prosotan sangat viral di instagram dan tiktok sehingga membuat masyarakat penasaran,” ungkapnya.

Menurut Irene, manajemen Dusun Semilir sebenarnya protokol kesehatan, mulai pemeriksaan suhu tubuh serta himbauan kepada pengunjung agar pakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan. Selain itu, sudah diberlakukan pembatasan atau mengurangi jumlah pengunjung hingga 50 persen dari kapasitas normal sekitar 15.000 pengunjung.

“Sudah dibatasi, tapi pengunjung rela menunggu di luar gerbang hingga menyebabkan kemacetan di jalan raya Semarang-Solo/Yogyakarta. Bahkan ada pengunjung yang memaksa agar diizinkan masuk,”  ujarnya.

Kara Irene, dalam rangka memperbaiki manajemen lalu lintas sudah berkoordinasi dengan Dishub Kabupaten Semarang dan Polres Semarang.

“Kita akan meminta bantuan Dishub dan Satlantas Polres Semarang, karena kalau petugas kita yang melarang pengunjung agar tidak berhenti di jalan mungkin tak dihiraukan.  (dhi/Cakram)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *