Raup 386.222 Suara, KPU Kabupaten Semarang Tetapkan Perolehan Suara Ngebas Ungguli Bison

Berbagi berita ...

UNGARAN, Cakram.net – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Semarang menetapkan perolehan suara pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Semarang nomor urut 2, Ngesti Nugraha-Basari (Ngebas) mengungguli perolehan suara paslon nomor urut 1 Bintang Narsasi-Gunawan Wibisono (Bison).

Pasangan Ngebas dipastikan meraih kemenangan setelah KPU Kabupaten Semarang menggelar Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Semarang Tahun 2020 Tingkat Kabupaten Semarang di Ball Room The Wujil Resort & Convention Ungaran, Kabupaten Semarang, Selasa (15/12/2020).

Paslon Ngebas yang diusung PDIP, PKB, Demokrat dan Hanura meraup 386.222 suara, sedangkan Bison yang diusung PPP, PKS, Gerindra, PAN, Golkar dan NasDem memperoleh 189.264 suara. Hasil rekapitulasi penghitungan suara tersebut ditetapkan dalam Keputusan KPU Kabupaten Semarang Nomor 1260/PL.02.6-kpt/3322/KPU-Kab/XII/2020 tentang Penetapan Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara Dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Semarang Tahun 2020.

“Penetapan tersebut telah melalui pencermatan dan diteliti oleh unsur KPU, badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Semarang maupun saksi kedua paslon,” kata Ketua KPU Kabupaten Semarang, Maskup Asyadi usai rekapitulasi, Senin (15/12/2020).

Sebelum hasil rekapitulasi ditandatangani para saksi dan ditetapkan, jelas Maskup, harus dilakukan pencermatan terlebih dahulu jika ada yang salah atau tidak sesuai. Ketentuan itu diamanatkan pasal 30 ayat (1) dan (2) PKPU Nomor 19 Tahun 2020 tentang Rekapitulasi.

“Selama proses rekapitulasi per kecamatan, kedua saksi paslon tidak ada yang mempersoalkan atau menemukan selisih angka yang ditetapkan masing-masing kecamatan. Para saksi menerima hasil penetapan rekapitulasi tiap kecamatan,” jelasnya.

Maskup menjelaskan, untuk penetapan paslon terpilih masih ada mekanisme, termasuk menunggu ada gugatan atau tidak yang tercatat di buku registrasi Mahkamah Konstitusi (MK). Rapat pleno terbuka penetapan Bupati dan Wakil Bupati Semarang terpilih hasil Pilkada Serentak 2020 baru dilaksanakan bila lima hari setelah tidak ada gugatan ke MK.

“Untuk pendaftaran atau registrasi ke MK, ada waktu 1×24 jam setelah penetapan rekapitulasi hasil penghitungan suara tingkat Kabupaten Semarang,” ungkapnya.

Kata Maskup, ada beberapa hal yang menjadi bahan evaluasi untuk pelaksanaan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Semarang yang akan datang. Salah satunya terkait PKPU yang ditetapkan menjelang tahapan akhir, karena untuk penyesuaian dan sosialisasi PKPU baru juga butuh waktu.

“Kalau penetapan PKPU dilakukan di awal tentu akan lebih baik. Sehingga KPU di daerah memiliki banyak waktu untuk penyesuaian dan sosialisasi,” ujarnya.

Maskup menambahkan, Sistem Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara (Sirekap) juga perlu menjadi bahan evaluasi.

“Tujuan Sirekap bagus, untuk transparansi dan memudahkan rekapitulasi penyelenggara. Tapi penggunaannya perlu dukungan teknologi yang memadai,” imbuhnya. (dhi)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *