SEMARANG, Cakram.net – Seluruh tempat pemungutan suara (TPS) yang tersebar di 16 kecamatan wilayah Kota Semarang akan disempat cairan disinfektan agar pelaksanaan pilkada dapat berlangsung aman, nyaman dan sehat terbebas dari virus corona. Penyemprotan secara massal rencananya akan dilaksanakan mulai Senin (7/12/2020) hingga Jumat (11/12/2020).
Pelaksanaan penyemprotan disinfektan akan melibatkan Dinas Pemadam Kebakaran Pekerjaan Umum Perumahan dan Permukiman, BPBD, serta PDAM Kota Semarang.
“Penyemprotan disinfektan sebagai salah satu upaya mendukung penyelenggaraan Pilkada di Kota Semarang bebas dari penularan COVID-19. Kita ingin meyakinkan kepada masyarakat supaya tidak khawatir datang ke TPS untuk menyalurkan hak suara,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Semarang, Iswar Aminuddin dalam rilis, kemarin.
Iswar menghimbau seluruh masyarakat Kota Semarang yang sudah memiliki hak pilih berpastisipasi aktif mengikuti pilkada. Sehingga target partisipasi pemilih yang tinggi dapat tercapai.
“Sebelumnya Pemkot Semarang bersama KPU dan Bawaslu juga telah melakukan simulasi pencoblosan sesuai dengan protokol kesehatan. Masyarakat tidak perlu cemas, insyaallah semua berjalan lancar dan aman dari potensi penularan COVID-19,” ungkapnya.
Selain penyemprotan disinfektan, lanjut Iswar, protokol kesehatan akan diterapkan secara ketat pada pilkada kali ini. Seluruh petugas TPS menggunakan alat pelindung diri (APD) seperti masker, face shield dan sarung tangan.
“Pemilih ketika datang ke TPS wajib pakai masker, cuci tangan pakai sabun di tempat yang sudah disiapkan, diukur suhu tubuhnya sebelum masuk TPS serta diberi sarung tangai sekali pakai. Jadi selama di dalam TPS tangan yang sudah bersih tidak bersentuhan langsung dengan benda apapun di dalam TPS,” jelasnya.
Iswar menjelaskan, saat pemilih memasukkan kertas suara ke kotak suara setelah mencoblos bisa melepas sarung tangan dan membuang di tempat sampah yang telah disedikan. Kemudian petugas TPS meneteskan tinta ke jari pemilih dan menyemprotkan hand sanitizer pada kedua tangan pemilih.
“Bagi pemilih yang suhu tubuhnya di atas 37 derajat, KPU menyediakan bilik khusus untuk mencoblos. Sedangkan pemilih lanjut usia diberi hak istimewa untuk langsung memilih tanpa menunggu karena lansia adalah kelompok rentan COVID-19,” ujarnya.
Kata Iswar, pilkada harus tetap terjaga kualitasnya meski dilaksanakan di tengah pandemi COVID-19. Sehingga jangan sampai masyarakat tidak mau datang ke TPS karena takut dan khawatir akan penularan COVID-19.
“Kita usahakan yang terbaik. Masyarakat tidak perlu takut dan cemas, ayo datang ke TPS dan gunakan hak pilih pada Rabu 9 Desember 2020,” pungkasnya. (dhi/Cakram)
