Disdikbupora Kabupaten Semarang Izinkan PTM, SMP Negeri Gelar Tryout Ujian di Sekolah

UNGARAN, Cakram.net – Dinas Pendidikan Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikbudpora) Kabupaten Semarang mengizinkan Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), baik negeri maupun swasta untuk melakukan pembelajaran tatap muka di sekolah. Saat ini SMP Negeri di Kabupaten Semarang menggelar tryout atau uji coba ujian sekolah secara tatap muka di sekolah.

“Kami mengizinkan peserta didik dan kepala sekolah menyelenggarakan pembelajaran tatap muka untuk persiapan ujian sekolah yang akan dilaksanakan April mendatang, baik SD maupun SMP. Untuk SMA kewenangan Pemerintah Provinsi Jateng,” kata Kepala Disdikbudpora Kabupaten Semarang, Sukaton Purtomo Priyatmo di sela meninjau pelaksanaan tryout ujian sekolah secara tatap muka di SMPN 5 Ungaran, Rabu (17/3/2021).

Menurutnya, dalam pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah harus ada izin orangtua siswa. Pihaknya tidak mempermasalahkan bila ada orang tua tidak mengizinkan anaknya mengikuti PTM di sekolah.

“Itu kita utamakan, kalau ada orangtua siswa tidak mengizinkan anaknya mengikuti PTM tetap dilayani secara daring dari pihak sekolah. Prosentase orang tua yang tidak mengizinkan anaknya mengikuti tatap muka untuk persiapan ujian sekolah kecil sekali,” ungkap Katon, sapaan akrab Sukaton Purtomo Priyatmo.

Terkait penerapan protokol kesehatan, Katon mengatakan pihaknya mengikuti Surat Edaran Kemendikbud RI.

“Alhamdulillah di Kabupaten Semarang memenuhi unsur-unsur yang harus dipenuhi sesuai surat edaran Kemendikbud,” jelasnya.

Sementara Kepala SMPN 5 Ungaran, Murtiningsih menyebutkan jumlah siswa kelas 9 yang mengikuti tryout ujian sekolah sebanyak 207 anak terbagi 12 kelas. Setiap kelas dibatasi maksimal 18 siswa.

“Hari ini sudah tryout ujian sekolah haru ketiga, tryout terakhir hari Jumat. Sehari dua mata pelajaran (mapel) atau tiga mapel, satu mapel waktunya 60 menit,” terangnya.

Murtiningsih mengungkapkan, pembelajaran tatap muka bagi siswa kelas 9 sudah dilakukan sebelum tryout ujian sekolah. Pelaksanaan PTM dibagi dua sesi, yakni sesi pertama mulai pukul  07.30-10.00 WIB dan sesi kedua pukul 11.00-13.00 WIB.

“Siswa kelas 9 kalau tidak pembelajaran tatap muka kasihan, karena anak-anak harus menghadapi ujian sekolah. Sehingga kita minta izin orangtua siswa, komite sekolah dan Kepala Disdikbudporan untuk menggelar pembelajaran tatap muka,” ungkapnya.

Menurut Murtiningsih, presensi atau kehadiran siswa mengikuti pembelajaran secara daring sangat rendah. Satu anak ada yang presensinya 20 persen, bahkan ada yang hanya 10 persen.

“Anak-anak yang presensinya rendah kita panggil orang tuanya. Saat kita panggil, orangtua siswa menghendaki tatap muka. Orangtua siswa kelas 9 tidak ada yang menolak pembelajaran tatap muka, orangtua siswa harus membuat surat pernyataan mengizinkan anaknya mengikuti tatap muka,” ujarnya.

Murtiningsih menambahkan, pihaknya menerapkan protokol kesehatan secara ketat di sekolah. Termasuk menyediakan tempat cuci tangan, alat pengukur suhu tubuh dan hand sanitizer.

“Semua siswa ke sekolah diantar orang tua, tidak boleh naik angkutan umum. Sebelum masuk kelas setiap anak wajib cuci, cek suhu tubuh dan wajib pakai masker. Kita sediakan hand sanitizer di tiap kelas termasuk tempat cuci tangan di depan ruang kelas,” imbuhnya.

Salah satu siswa kelas 9 SMPN 5 Ungaran, Aliya Rindani mengaku lebih suka pembelajaran tatap muka daripada pembelajaran daring. Sebab dia lebih jelas dalam memahami mapel yang diberikan oleh gurunya.

“Misalnya mapel matematika, kalau ada kesulitan kita bisa meminta guru untuk menjelaskan lebih rinci. Orangtua saya juga setuju saya ikut tryout tatap muka di sekolah,” ujarnya. (dhi)

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *