SALATIGA, Cakram.net – Tiga mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga asal Papua meninggal dunia setelah mengonsumsi minuman keras oplosan. Ketiga mahasiswa itu adalah OW (21) yang kuliah di Fiskom, RCK (24) dari Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) dan MMS (23) kuliah di Fiskom.
Kapolres Salatiga AKBP Rahmad Hidayat mengungkapkan, mahasiswa yang pertama kali meninggal adalah OW. Dia meninggal di RSUD Salatiga pada Rabu (10/3/2021) sekira pukul 23.00.
“Korban meninggal karena kehilangan kesadaran sehingga mengalami sesak napas. Korban ini sudah dalam penerbangan untuk dimakamkan di tanah asalnya,” ungkapnya dalam rilis kasus di Mapolres Salatiga, Jumat (13/3/2021).
Setelah OW, lanjut Kapolres, korban meninggal kedua yakni RCK. Korban meninggal di RSUD Salatiga pada Kamis (11/3/2021) pukul 14.35 WIB.
“Kedua pasien tersebut awalnya dilaporkan meninggal karena sakit, tapi karena ada rentetan kejadian, akhirnya polisi melakukan penyelidikan. Diperoleh informasi bahwa lima hari lalu korban bersama rekan-rekannya berjumlah tujuh orang berkumpul di kos dan melakukan pesta minuman keras aneka merk,” jelas Kapolres.
Kata Kapolres, korban meninggal ketiga adalah MMS. Korban meninggal di RS Puri Asih pada Jumat (12/3/2021). Korban RCK dan MMS saat ini sedang dalam proses pemulangan.
Kapolres mengungkapkan atas kejadian ini polisi mengamankan seorang penjual minuman keras aneka merk luar negeri. Saat ini yang bersangkutan masih menjalani pemeriksaan.
“Masih dalam penyidikan, statusnya mengarah menjadi tersangka karena kelalaiannya mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang,” katanya.
Sementara berdasarkan keterangan dokter jaga RSUD Salatiga, dr Arini Dyah Setyowati mengatakan, ketiga mahasiswa meninggal karena sakit dan tidak ada tanda kekerasan ataupun suspek Covid-19.
“Meninggalnya karena sakit yang dideritanya. Ketiga mahasiswa yang meninggal dunia tidak terkomfirmasi Covid-19 dan tidak ada kekerasan fisik,” jelasnya.
Terpisah, Pembantu Rektor III UKSW Andeka Rocky Tanaamah merasa berduka atas kejadian tersebut.
“Kami sudah berulang kali mengingatkan bahwa miras adalah jalan menuju kegagalan, baik secara studi maupun kejadian lain yang lebih fatal,” tandasnya. (Cakram)
