Kasus Covid-19 Melonjak, Pemkab Semarang Tambah Tempat Isolasi

UNGARAN, Cakram.net –  Terjadinya lonjakan kasus Covid-19 di Kabupaten Semarang mengakibatkan Bed Occupancy Rate (BOR) ruang ICU rumah sakit hampir penuh sementara rumah singgah untuk isolasi pasien Covid-19 yang disiapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang terisi penuh, bahkan overload. Pemkab Semarang meminta dukungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah untuk menambah tempat isolasi.

Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengatakan Pemkab Semarang telah berkomunikasi dengan Pemprov Jateng terkait penambahan tempat isolasi, yakni di gedung Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Jawa Tengah dan gedung Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Provinisi Jawa Tengah, keduanya berlokasi di Srondol, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang. Selain itu, Pusat Pengembangan Pendidikan Non Formal dan Informal (P2PFNI) Provinsi Jawa Tengah di Ungaran.

“Alhamdulillah, ada beberapa fasilitas milik Pemprov Jateng yang siap dipinjamkan untuk menambah tempat isolasi. Walaupun berada di wilayah Kota Semarang, lokasi gedung BPSDMD Srondol lokasinya relatif lebih dekat dengan Kabupaten Semarang, itu pertimbangannya,” kata Bupati di Posko Satgas Covid-19 di ruang Bina Praja komplek Kantor Bupati Semarang, Rabu 16 Juni 2021.

Bupati mengungkapkan, mulai 12 Juni 2021 Kabupaten Semarang berstatus daerah zona merah menyusul terjadinya lonjakan kasus Covid-19. Per hari ini angka kasus Covid-19 di Kabupaten Semarang mencapai 1.035 kasus. Rinciannya, 150 pasien dirawat di rumah sakit dan 885 orang menjalani isolasi mandiri.

“Dalam tiga hari terakhir kenaikan kasus Covid-19 di Kabupaten Semarang cukup signifikan, Senin (14 Juni 2021) sebanyak 139 kasus, Selasa (15 Juni 2021) 162 kasus dan hari ini ada 80 kasus. Tingkat keteresiaan ICU rumah sakit dari 37 tempat tidur terisi 31, sedangkan ruang isolasi di rumah sakit sudah hampir penuh,” ungkapnya.

Bupati membeberkan rumah singgah yang disiapkan Pemkab Semarang di Hotel Garuda Kopeng, gedung Bapelkes Pemprov Jateng, dan Rusunawa Pringapus sudah overload. Di Hotel Garuda dari 24 tempat tidur terisi 35 orang, di Bapelkes dari 48 tempat tidur terisi 50 orang, sedangkan di Rusunawa Pringapus terisi 70 orang dari kapasitas 48 tempat tidur.

“Total ada 156 pasien yang saat ini melakukan isolasi di rumah singgah, yang lainnya isolasi mandiri di rumah,” jelasnya.

Hasil komunikasi dengan Pemprov Jateng, lanjut Bupati, gedung BPSDMD Jateng bisa digunakan untuk tempat isolasi dengan jumlah 146 kamar dan memiliki kapasitas 192 tempat tidur. Diharapkan tempat tersebut sudah bisa digunakan untuk isolasi pasien Covid-19 pada Jumat 18 Juni 2021.

“Kita sedang mengomunikasikan penggunaan gedung P2PNFI di Ungaran yang memiliki kapasitas 50 tempat tidur dan Gedung LPMP yang masih memiliki 200 tempat tidur. Harapan kita penyebaran Covid-19 di Kabupaten Semarang bisa segera dikendalikan,” ujarnya.

Sementara itu, Kabid Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Semarang, dr Hasty Wulandari menambahkan, ketersediaan tempat isolasi di Kabupaten Semarang sudah sangat terbatas. Sehingga diperlukan penambahan kapasitas rumah singgah untuk isolasi.

“Selain kapasitas tempat isolasi, Dinkes kabupaten Semarang tengah mengupayakan penambahan 10 tempat tidur ruang ICU bagi pasien Covid-19,” imbuhnya. (dhi)

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *