Kasus Covid-19 Terus Bertambah, Ruang ICU RS di Kabupaten Semarang Terisi 70 Persen

UNGARAN, Cakram.net – Tingkat keterisian ruang Intensive Care Unit (ICU) Rumah Sakit (RS) di Kabupaten Semarang rata-rata mencapai lebih dari 70 persen seiring terus bertambahnya kasus Covid-19 di Kabupaten Semarang.

Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Semarang mencatat jumlah kumulatif  kasus positif Covid-19 hingga saat ini sebanyak 11.717 kasus. Untuk temuan kasus terbaru orang dengan gejala Covid-19 sebanyak 99 orang dan 505 orang tanpa gejala.

“Keterisian ruang ICU di rumah sakit Gunawan Mangunkusumo (RSUD Ambarawa) lebih dari 70 persen. Untuk ICU rumah sakit Gondo Suwarno (RSUD Ungaran) terisi lebih dari 60 persen. Kemudian RS Ken Saras sudah 100 persen,” ungkap Kepala Dinkes Kabupaten Semarang, dr Ani Rahardjo, Rabu 9 Juni 2021.

Menurut Ani, ada penambahan tempat isolasi pasien Covid-19 di rumah sakit. Hal itu dilakukan karena tingkat keterisian ruang ICU cukup tinggi.

“Untuk pasien yang menjalani isolasi di tempat isolasi terpusat di Suwakul Ungaran ada 38 orang, Hotel Garuda Kopeng sebanyak 18 orang, dan dua orang di Rusunawa Pringapus. Masih ada 46 kamar yang masih kosong,” jelasnya.

Kata Ani, upaya penanganan penyebaran virus corona terus dilakukan secara maksimal guna menekan kasus positif Covid-19. Sebab bila tidak bergerak cepat dan maksimal, Kabupaten Semarang bisa masuk zona merah Covid-19.

“Kasus aktif penyebaran Covid-19 di Kabupaten Semarang saat ini berkisar 5,21 persen, masih di atas angka prosentase Provinsi Jateng. Untuk tingkat kesembuhan pasien mencapai 90,98 persen, sedangkan angka kematian sekitar 3,81 persen,” bebernya.

Berdasarkan grafik mingguan, lanjut Ani, sejak 12 Mei 2021 sampai Rabu 9 Juni 2021 terjadi penambahan pasien positif Covid-19 dengan jumlah total sebanyak 855 kasus. Dari data itu, trennya terjadi kenaikan signifikan sehingga harus menjadi perhatian bersama.

“Pasien yang sembuh sampai saat ini tercatat sebanyak 10.716 orang, meninggal dunia berjumlah 450 orang. Sedangkan pasien yang dirawat pada periode Mei sampai Juni sebanyak 609 orang, baik secara pemeriksaan media bergejala Covid-19 maupun tanpa gejala,” ujarnya.

Ani menambahkan, secara umum berdasarkan zonasi tingkat penyebaran Covid-19 di Jawa Tengah, Kabupaten Semarang menempati urutan ke 11 dari daerah yang paling berisiko tinggi seperti Kudus, Demak, Grobogan, Tegal, Jepara, dan Sragen. (dhi)

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *